ASSALAMU`ALAIKUM DI BLOG KAMI "BOLO MANAKIB" GONDANG-NGANJUK SEMOGA DAPAT DIAMBIL HIKMAHNYA, BERMANFAAT DAN MEMBAWA BERKAH. AMIIN...

Minggu, 15 Januari 2017

Harga Harga Naik

Posted by Unknown On 05.02 | No comments

*NASEHAT KETIKA TERJADI KENAIKAN HARGA BARANG*

1⃣Pertama, bahwa kenaikan harga barang merupakan ketetapan Allah ﷻ

✅Fenomena kenaikan harga barang bahkan pernah terjadi di zaman Nabi ﷺ . Disebutkan dalam riwayat bahwa di zaman sahabat pernah terjadi kenaikan harga.
👉Mereka pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan masalahnya. Mereka mengatakan,

يا رسول الله غلا السعر فسعر لنا

✅“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”

✅Mendengar aduhan ini, Nabi ﷺ menjawab,

إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق وإني لآرجو أن ألقى الله وليس أحد منكم يطلبني بمظلمة في دم أو مال

“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad 12591, Abu Daud 3451, Turmudzi 1314, Ibnu Majah 2200, dan dishahihkan Al-Albani).

👍Anda bisa perhatikan, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat laporan tentang kenaikan harga, yang beliau lakukan bukan menekan harga barang, namun beliau ingatkan para sahabat tentang takdir Allah, dan Allah yang menetapkan harga.

👉Dengan demikian, mereka akan menerima kenyataan dengan yakin dan tidak terlalu bingung dalam menghadapi kenaikan harga, apalagi harus stres atau bahkan bunuh diri.

2⃣Kedua, Kenaikan harga barang, tidak mempengaruhi rezeki seseorang

✅Bagian penting yang patut kita yakini bahwa rezeki kita telah ditentukan oleh Allah. Jatah rezeki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah maupun berkurang. Meskipun, masyarakat Indonesia diguncang dengan kenaikan harga barang, itu sama sekali tidak akan menggeser jatah rezeki mereka.

🌺Allah ﷻ menyatakan,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nyadengan ukuran.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.”
(QS. As-Syura: 27)

🗣Ibnu Katsir mengatakan,

أي: ولكن يرزقهم من الرزق ما يختاره مما فيه صلاحهم، وهو أعلم بذلك فيغني من يستحق الغنى، ويفقر من يستحق الفقر.

“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu hal itu, sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.”
(Tafsir Alquran al-Adzim, 7/206)

✋Terkait dengan hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya agar jangan sampai mereka merasa rezekinya terlambat atau jatah rezekinya serat.

🌷Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya,

👉karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah,

🙌wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dantinggalkan yang haram.”
(HR. Baihaqi dalam sunan al-Kubro 9640, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak 2070 dan disepakati Ad-Dzahabi)

♻Satu catatan yang penting dipahami, hadis ini bukan untuk memotivasi agar anda tidak bekerja atau meninggalkan aktivitas mencari rezeki.

❤Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan demikian, tujuannya agar manusia tidak terlalu ambisius dengan dunia, sampai harus melanggar yang dilarang syariat.

💚Kemudian ketika terjadi musibah, manusia tidak sedih yang berlebihan, apalagi harus stres.

💔Mereka tidak Peduli dengan Kenaikan Harga

💘Jaga shalat, semahal apapun harga pangan, Allah menjamin rizki anda,

💘Allah berfirman,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Perintahkahlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah dalam menjaga shalat.
Aku tidak meminta rizki darimu, Aku yang akan memberikan rizki kepadamu. Akibat baik untuk orang yang bertaqwa.”
(QS. Thaha: 132)

🌻Di masa silam, terjadi kenaikan harga pangan sangat tinggi. Merekapun mengadukan kondisi ini kepada salah seorang ulama di masa itu.

🗣Kita lihat, bagaimana komentar beliau,

والله لا أبالي ولو أصبحت حبة الشعير بدينار! عليَّ أن أعبده كما أمرني، وعليه أن يرزقني كما وعدني

“Demi Allah, saya tidak peduli dengan kenaikan harga ini, sekalipun 1 biji gandum seharga 1 dinar! Kewajibanku adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana yang Dia perintahkan kepadaku, dan Dia akan menanggung rizkiku, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepadaku.”

Allahu a’lam

📝https://konsultasisyariah.com/21488-nasehat-ketika-terjadi-kenaikan-harga-barang.html

Sabtu, 14 Januari 2017

Hidup lebih Baik

Posted by Unknown On 17.04 | No comments

Jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai kesempatan untuk menyucikan jiwa, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan.

Pada suatu hari, Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabatnya sedang duduk bersama. Tiba-tiba baginda bersabda: “Akan datang selepas ini seorang ahli syurga.”Maka muncul lah fulan bin fulan. Keesokannya juga sama, Rasulullah bersabda perkara yang sama, dan muncul fulan bin fulan yang sama. Keesokannya lagi juga sama. Rasulullah SAW bersabda perkara yangsama, dan muncul fulan bin fulan yang sama.Akhirnya seorang sahabat Rasulullah pergi berziarah ke rumah lelaki itu, dan tidur di rumahnya untuk menyiasat apakah amalannya.

Selama tiga hari, sahabat Rasulullah itutidak menjumpai apa-apa ibadah yang hebat, yang besar,yang menarik. Akhirnya dia menyatakan hajat sebenarnya tidur di rumah lelaki itu.Lelaki itu menjawab: “Ibadahku adalah sebagaimana yang kau lihat. Tiada yang menakjubkan. Biasa-biasa sahaja.”Sambung lelaki itu: “Tetapi di dalam hatiku tidak ada sangka buruk, rasa benci, kepada saudara-saudara mukminku.”Memaafkan. Memaafkan dengan dada yang lapang.InsyaAllah yang lain akan datang kemudian. Kelapangan hati, ketenangan jiwa, kesegaran roh, akan hadir kepada kita insyaAllah. Pasti.

Jumat, 13 Januari 2017

KH BAHRI BIN PANDAK

Posted by Unknown On 23.04 | No comments

Wali Allah KH Bahri Bin Pandak Yang Berasal Dari Daerah Tanjung Atap Kabupten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan

,KisahTahukah Anda Karomah Wali Allah KH Bahri Bin Pandak Yang Berasal Dari Daerah Tanjung Atap Kabupten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Orang yang memiliki karomah adalah orang yang disitimewakan Allah SWT. Adahal yang membuat dirinya berbeda dari yang lain. Sesuatu yang membuat dirinyamemiliki nilai lebih di mata manusia.Allah melebihkan mereka atas manusia yang lain karena mereka juga melebihkan Allah dari pada keinginan dan hawa nafsunya. Kecintaan mereka yang besar kepada Allah mendatangkan kecintaan Allahkepada mereka. Semoga kita mendapatkan limpahan keberkahan dari mereka. Amiin.Bagi orang Indonesia umumnya dan Palembang khususnya pasti tau dengan seorang Kiyai lagi salah satu dari Waliyyulah yang bermagom ( berkedudukan ) Quthb, ialah yang bernama KH.Bahri bin Pandak seorang Ulama’ yang sangat tawadhu’ dan waro’ lagi kasyaf zhohir dan bathin, beliau tinggal di daerah Tanjung Atap kabuptenOgan Komering Ilir Sumatera Selatan.Beliau sangat masyhur dengankekeramatannya yang nyata terhadap mereka yang berhadapan langsung dengan beliau, sehingga orang-orang beramai-ramai mendatangi beliau agar mendapatkan berkah. adapun berbagai keramat beliau adalah sebagaiberikut:Pada suatu hari pernah datangbeberapa orang tamu, lalu mereka langsung saja masuk ke musholla dan ketika sampaidilihat mereka Kiyai sedang tidak ada lalu mereka bertanyakemana Kiyai Bahri lalu penjaga musholla bilang Kiyai sedang mencangkul disawah. ketika itu juga salah seorang dari tamu tersebut langsung mengambil perahu dan menyusul ketempat Kiyai berladang, ketika sampai orang tersebut mengucap salam dan dibalas Kiyai akan salamnya lalu tamu tersebut mengutarakan bahwa ada tamu yang mau bertemu dengan Kiyai lalu Kiyai menjawab kamu duluan aja entar saya nyusul tapi dilihat oleh tamu tersebut tidak ada perahu buat kiyai pulang nanti tetapi Kiyai masih menyuruh tamu tersebut pulang duluan, maka tamu tersebut pulang duluan.Dan ketika tamu tersebut sampai ke Musholla tiba-tiba Kiyai sudah duduk sambil menulis sebuah wirid, maka terheran tamu yang menyusul Kiyai tadi. didalam hatinya dia berkata: bagaimana Kiyai bisa pulang mendahului saya sedangkan tidak ada perahu buat kiyai pulang dan jalannya pun sama yakni tidak ada jalanpintas buat pulang. Lalu Kiyai memandang wajah tamu tersebut sambil tersenyum.Pada suatu malam ketika beliau ( kiyai Bahri ) sedang mengajar tiba-tiba lampu padam, lalu salah seorang muridnya hendak menghidupkan jenset buat penerangan tetapi Kiyai malah menyuruhnya tetap duduk dan tidak usah menghidupkan jenset lalu Kiyai berkata: coba kalian sama-sama menghitungdari satu sampai tiga insya Allah lampu akan hidup lagi, lalu mereka sama-sama menghitung dengan hati yang heran 1, 2, 3 maka lampu kembali hidup dan semua orang terheran-heranSuatu malam ketika jam sudahmenunjukan pukul 11.00 WIB. ada salah seorang tamunya hendak pulang kerumahnya tetapi hari sudah larut malam dan tidak ada lagi mobil yang menuju Palembang kalau sudah larut malam, tetapi dia masih ingin pulang lantas ia mengutarakan kepada Kiyai bahwa ia ingin pulang terus Kiyai memperbolehkannya pulang dan menyuruhnya lewat jalan situ sambil menunjukan jalannya tapi Kiyaiberpesan kepada tamu tersebut untuk jangan menolehkekanan dan kekiri serta ngomong ketika jalan.lantas tamu tersebut menuruti perintah Kiyai, lalu dia pun pamit terus pulang. Ketika sampai dirumah dia merasa aneh waktu dia melihat jam baru menunjukan pukul 11.30 WIB padahal jarak antara Kota Palembang dengan Tanjung Atap itu memerlukan waktu 2 jam atau secepatnya 1,5 jam.lalu esok harinya dia ingin melihat tempat yang dilaluinyasemalam ternyata tempat tersebut adalah rawa-rawa yang sangat luas. Dia pun merasa takjub dengan keramat Kiyai Bahri bin PandakSuatu pagi yakni hari Jum’at terlihat Kiyai sangat sibuk membersihkan Musholla, dan membentangkan permandani yang sangat bagus, lalu seorang murid beliau yang termasuk juga ayahanda ane bertanya ada apa Kiyai membersihkan Musholla dan membentang permadani? Lalu Kiyai menjawab : Akan ada tamu agung yang akan datang.Setelah beberapa lama terlihatseorang yang berkulit hitam seperti orang negro memakai celana jeans berbaju kemeja dan memakai blangkon, lalu orang itu masuk dan duduk dihadapan Kiyai, anehnya mulut ayahanda ane serta murid-murid Kiyai yang lain seperti membisu tidak dapat berkata apa-apa hanya bisa memandang dan mendengar perbincangan Kiyai dengan orang tersebut, selang beberapa lama orang itu pergi lalu Kiyai Bahri bertanya kepada para muridnya tahukahkalian siapa orang yang datang tersebut? Kami tidak tahu Kiyai.Lalu Kiyai menjawab itulah Nabiyallah Khidhir AS beliau datang mau bersilaturahmi. Maka murid-murid Kiyai pun mencari orang tersebut, ternyata orang itu sudah tidak ada lagi.Wallahu A’lam

KAVLING AQIROT

Posted by Unknown On 21.48 | No comments

*NUMPANG PROMO*:

```Ada Kavling Murah, Bebas Banjir kecuali Banjir nikmat ???  Rugi Klo tidak baca dan ayo segera DP, ajak Keluarga dan temen2nya.```

_PERUMAHAN EKSKLUSIVE_ *"FIRDAUS REGENCY"*.
_HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERKAH_.

🏠🏤🏬🏡⛺

Tersedia *4 TYPE*:
1. *Jannatun Na'im*
2. *Jannatul Ma'wa*
3. *Jannatul Firdaus*
4. *Jannatun 'Adn*
_(Semua Type Ready Stock)_

*FASILITAS*:
1⃣Sungai susu Salsabila
2⃣Danau indah Kautsar
3⃣Pasif income bg semua penghuni
4⃣View Tak Terbatas
5⃣Akses Masuk 8 Pintu
6⃣Taman Main Anak2 Sholeh/Shalihah
7⃣Taman Jutaan Hektar dg buah Segar, Nikmat & Siap Santap dll.
8⃣Bonus Bidadari2 yang cantik jelita
9⃣Hak milik Selama2nya (Abadi)

*SYARAT Pemesanan*:
👉 Taubat & Kembali kpd Jalan-Nya.
👉 Berpegang Teguh Agama-Nya.
👉 Melaksanakan Syari'at-Nya.
👉 Rejeki yang Halal & Thoyib.

*DP*:
👉100% Sholat Fardhu & Sunah
👉2,5% Sisihkan harta utk Zakat
👉100% Rajin bershodaqoh & Infaq
👉100% Sempatkan waktu utk membaca Al-Quran, Mengejar Ilmu, Beramal sholeh, Silaturahim, Mendoakan ke-2 Ortu, Berdakwah & Jauh dari maksiat juga menghindari fitnah.

*Waktu sangat terbatas* !
(karena dibatasi oleh *KEMATIAN*)

Stock Hunian Tak Terbatas !
Di jamin Bebas Roaming !

*Alamat KONTAK*:
Sholat Tahajud setiap malam.

*Alamat CABANG*:
Masjid2, Musholla, Ponpes, Majlis 'ilmu, Majlis Dzikir.

Inilah sebaik-baik tempat tinggal.

Ayo segera DP skrg juga, tidak perlu menunggu tua atau kaya atau pejabat, atau pinter.

Salam Fastabiqul Khoiroot.

*Rasulallah Shalallahu Alayhi Wasallam* bersabda: _"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikanya sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."_
( *HR. Al-Bukhari*).

Sebarkan, mudah-mudahan jadi amal jariyah bagi kita semuanya, Alhamdulillah 🙏

HATI HATI DENGAN FITNAH

Posted by Unknown On 21.15 | No comments

Fitnah Yang Membawa Hikmah

Ketika di Darussalam Abah membicarakan tentang kedudukan niat diterangkan Imam Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin bahwa hakikat niat itu adalah inbi’ats atau motivator penggerak di dalam hati, jadi apa yang menjadi motivasi kita itu adalah niat kita, kalau motivasi kita keridhaan Allah, berarti niat kita karena AllahAda orang tidak suka dgn Abah melaporkan ke kantor Dewan Guru, sehingga dari diskusi dewanguru . Abah Guru dikeluarkan saja dari jajaran staf pengajar Darussalam.Akibat fitnah itu, Abah Guru tidak mau diam dirumah , karena beliau tidak mau keluarga di rumah ikut mendapat fitnah jua . Beliau berdiam Musholla Darul Aman, dengan perbekalaan seadanya . Beliau fokus beribadah hingga beberapa bulan lamanya. Semua itu tidak membuat beliau berkecil hati dengan anugerah Allah, beliau tetap merasa bersyukur atas apapun yang menimpa dan memang harus dijalani.Bagi Abah Guru hal ini menimbulkan hikmah tersendiri, karena dengan adanya kejadian ini beliau lebih konsentrasi kepada hapalan al-Qur’an, beliau menjadi akrab dengan ayat-ayat kitab Allah tersebut, tanpa harus selalu membuka lembaran-lembarannya, karena pada akhirnya beliau hapal diluar kepala 30 juz wahyu Allah tersebut hanya dalam waktu tidak lebih dari  7 bulan lamanya.Waktu-waktu berada di Musholla Darul Aman beliau lewati dengan penuh semangat, sehari-harinya hanyalah berada di Musholla. Ia tidak ingin pulang sebelum selesai Khatam menghafalkan Al-Qur'an. Adapun masalah makan ia dapatkan dari sepiring nasi setiap hari yang diberikan oleh keluarganya. Nasi tersebut kemudian beliau bagi menjadi tiga bagian, satu bagian untuk sarapan pagi, sebagian lagi untuk makan siang, dan sisanya untuk makan malam walaupun nasinya sudah agak keras dan terkadang bersemut.Menyebarnya kabar sesatnya Abah guru , sebagian ulama tak percaya , bagaimana bisa terjerumus kepada hal yang demikian pada beliau orang ‘alim , apalagi beliau adalah kemenakan al-‘Alimul Fadhil Tuan Guru SemmanMulya, rasanya tidak mungkin tuan guru itu akan mendiamkan kemenakannya, jikalau memang ilmu yang diyakini kemenakannya ternyata berbeda dengan faham ahlu sunnah wal jama’ah.Suatu hari, saat berada dalam Musholla Darul Aman , Guru Darussalam bertanya masalahnya . Abah Guru mengatakan bahwa jawaban  ada di dalam kitab yang dibawa ulama itu, ternyata kebetulan ulama tersebut membawa kitab Ihya ‘Ulumuddin karangan Imam al-Ghazali.“Jelaslah sudah permasalahannya, kalau demikian ini semua adalah fitnah” katanya. Namun Guru Zaini tidak ingin memperpanjang permasalahan ini, bagi beliau cukup Allah SWT saja yang menjadi saksi kebenaran beliau.Guru Zaini sudah memutuskan untuk tidak kembali lagi mengajar di Darussalam, beliau lebih memilih menyendiri, mendalami ilmu dengan muthola’ah dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Beliau merasakan hikmah dibalik semua kejadian itu sangatlah positif, menjadi lebih dekat dan makrifat dengan Allah SWT. Beliau sering pergi ke makam Syeikh Abdussamad Bugis di Tungkaran, disana beliau banyak beribadah dan memuthala’ah kitab-kitab ilmu agama.Hikmah kejadian ini melahirkan berkah tersendiribagi umat muslim di bumi Kalimantan. Dengan keluarnya beliau dari jajaran staf pengajar Pondok Pesantren Darussalam malah membuat beliau menjadi milik semua umat, karena ilmu titipan Allah pada beliau bisa dikaji oleh berbagaikalangan di Majlis Ta’limnya.Dan akhirnya Abah Guru dapat izin Rasulullah membuka majlis di keraton yang menurut cerita awal muridnya Cuma 7 orang ( salah satu alhmarhum Guru Zaini Mursyid di sekumpul bisajadi imam di mushalla Ar-raudhah ) . Dan cerita Sofwan, salah seorang santri yang ikut belajar di majelis ta’lim Guru Zaini ketika itu menceritakan, bahwa sekitar penghujung tahun 1966, ia dan teman-temannya yaitu Mahmud dan Fathullah yang menjadi murid Guru Zaini sejak tahun 62-an, mereka disewakan oleh Guru Zaini sebuah rumah untuk tempat tinggal selama mengaji ditempat beliau . Sofwan menceritakan pula bahwa selama berdiam di rumah itu selain mendapatkan bimbingan ilmu dan amal, mereka juga mendapatkan bantuan secara materi dari Guru Zaini yang membelikan kebutuhan hidup mereka sehari-hari; dari beras, lauk maupun kebutuhan lainnya. Malah terkadang Guru Zaini sendiri yang memasakkan makan siang mereka. Sofwan dan teman-temannya pun seusai pulang sekolah di Pesantren Darussalam tinggal makan saja. Di masa itu menurut cerita Sofwan lagi, ia sering mengalami sakit, sehingga Guru Zaini selalu memanggil seorang mantri yang bernama Umar, langganannya, untuk mengobati dirinya.Menurut cerita sahabatku Ustadz Fauzi di Balikpapan yg bulan2 ini bailing kerumah orang yang menjagakan ketika Abah guru mengafal di Darul Aman itu masih hidup . Beliau asalnya orang martapura asli karena usaha terdiam di balikpapan dan hafal al-qur’an . Inipun beberapa kali asalnya menutupi diri dan akhirnya beliau kasih tahu jua namun beliau tidak mau dikenal orang banyak .Moga dengan kisah ini kita sabarataan dapat berkah Abah guru … aamiinSumber : http://rindurasul2.blogspot.com/

Karomah Abah Guru Sekumpul 1A. Kejadian ketika beliau masih hidup*.Kala menjabat sbg Wakasat Pol PP Kab. Tala sekitar tahun 2000, saya pernah berselisih paham dengan seorang anggota Satpol PP. Puncaknya yg bersangkutan berusaha melakukan tindakan kekerasan dgn membawa belati dan berusaha melukai saya. Alhamdulillah, niatnya tidak kesampaian krn keburu dilerai oleh anggota senior Satpol PP. Malam harinya saya bermimpi di datangi Guru Sekumpul, beliau langsung merajah seluruh tubuh saya termasuk lidah. Keesokan harinya saya ke Banjarmasin menemui ibunda utk mohon didoakan agar selamat dari ancaman penganiayaan. Ibunda langsung menyuruh saya menemui Guru Amrullah (Alm) di Guntung Papuyu, Kurau, Singkat cerita setelah mendengar cerita saya, Guru Amrullah merajahseluruh tubuh saya termasuk lidah. Hal yg mengejutkan saya adalah takkala cara merajahGuru Amrullah sangat sama dengan cara guru Sekumpul merajah saya di dalam mimpi. Karena penasaran, saya ceritakan kpd beliau hal kesamaan cara merajah. Guru Amrullah menerangkan bahwa beliau adalah murid GuruSekumpul shg pada hakikatnya sama aja artinya yang merajah adalah Guru Sekumpul melalui beliau. Dari sini saya baru sadar bahwadalam mimpi Guru Sekumpul memberikan isyarat bahwa saya harus di rajah oleh murid beliau karena pada saat itu sangat susah menemui Guru Sekumpul karena kesibukan beliau yg super sibuk.*.Guru H. Hasyim (alm) adalah suami dari H. Noor Sabah (alm) cucu dari KHA. Nawawi-Panjaratan. Di Pelaihari beliau melaksanakan shalat hajat dalam rangka kepergian ke tanah suci. Karena terlambat saya berada pada shaf terakhir menghadap dinding rumah beliau. Begitu selesai salam, bayangan utuh Guru Sekumpul (mungkin ruh beliau) muncul di depan saya dalam hitungan detik. Saya terkejutdan takjub sambil bertanya ada apa gerangan kiranya sampai Ruh Guru Sekumpul hadir. Saya bertanya kepada H. Akhmad (anak Guru H. Hasyim) ttg hubungan Guru Hasyim denganGuru Sekumpul. Ternyata Guru Hasyim adalah guru mengaji Guru Sekumpul takkala beliau masih muda. Hati saya langsung bicara, “Cocok aja Guru Sekumpul hadir karena yg punya hajat adalah Guru beliau sendiri takkala muda.B. Kejadian takkala beliau sdh wafat*.Suatu ketika takkala 3 tahun sesudah Guru Sekumpul wafat, pada kegiatan Diklat Prajabatan bagi CPNS Golongan I dan II saya memberikan materi ttg Pembentukan Karakter dengan Zikir Asma Ul Husna. Di sela-sela pemberian materi, saya tiba-tiba kangen pada Guru Sekumpul shg saya mangganang beliau sambil memberikan materi. Dari arah belakangpeserta diklat, ruh Guru Sekumpul muncul menggunakan surban dan pakaian serba putih.Reflek, saya langsung minta peserta diklat menghadiahi guru Sekumpul surah fatihah 1 kali. Ruh Guru Sekumpul masih berdiri tegak sementara di belakang beliau muncul beribu jamaah berpakaian serba putih. Menyadari fenomena ini saya minta sekali lagi peserta diklat membacakan fatihah empat yg pahalanya dihadiahkan kpd Almarhum Guru Sekumpul. Selepas itu beliau sdh meninggalkan ruang diklat. Subhanallah, saya sangat takjub dgn kejadian yg hanya bisa saya saksikan sendiri. Selesai pemberian materi, seorang peserta Prajabatan bernama Awi langsung memeluk saya sangat erat sambil menangis terisak-isak sambil membisikkan kpd saya “ Pak, Alhamdulillah Guru Sekumpul Hadir”. Saya kemudian menjawab sambil berbisik “Ya, beliau memang hadir di tengah kita”. Mendengar jawaban saya, sdr. Awi makinerat memeluk saya sambil menangis lebih keras lagi.Demikian, pengalaman ini saya ceritakan kembali semoga ada manfaatnya dan semoga cinta kita kepada Allah, Rasullullah dan guru Sekumpul semakin bertambah.

sumber dari grup Jamaah Abah Guru Sekumpul diposting oleh saudara Om Abenk

http://rindurasul2.blogspot.com/

Manakib Habaib

Posted by Unknown On 19.57 | No comments

Manaqib Alhabib Hasan Bin Thoha Bin Yahya
-----------------------------
A Habib Hasan bin toha.

Habib Hasan bin Thoha bin Yahya yang lebih terkenal dengan nama Syekh Kramat Jati,  Raden Tumenggung Sumodiningrat, Wedono Lebet Kerajaan dan me­nantu Sultan HB II, lahir di kota Betawi/cirebon, dari pasangan Habib Thoha bin Muhammad al-Qadhi bin Yahya dengan Syarifah Fathimah binti Husain bin Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus. Beliau mendapat pendidikan langsung dari kedua orang tuanya sampai hafal Al Qur’an sebelum usia tujuh tahun. Kecerdasan dan kejernihan hati yang dimiliki, menjadikannya sebelum menginjak dewasa, telah banyak hafal kitab-kitab hadist, fiqh dan lain sebagainya.

Nasab Beliau

al-Arifbillah al-Quthb al-Habib Hasan bin
al-Quthb Thaha bin
al-Quthb 'ulum Muhammad al-Qadhi bin
al-Quthb Thaha bin
al-Quthb Muhammad bin
al-Quthb Kabiir Syekh bin
al-Quthb Ahmad bin
al-Quthb Sulthanul Awliya al-Imam Yahya bin
al-Quthb Hasan al-Akmar bin
al-Quthb Ali an-Naas bin
al-Quthb Imam Alwy bin
Syaikh Muhammad Maula Ad-Dawilah bin
Syaikh Ali Shohibud Dark bin
Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin
Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin
Sayyidina Ali bin
Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin
Sayyidina Al-Imam Khali' Qatsam bin
Sayyidina Alwi bin
Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin
Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin
Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin
Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin
Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin
Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin
Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin
Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin
Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin
Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin
Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein Ra

Setelah menimba ilmu dari ayahnya sayyid Thoha dan beberapa ulama di jawa, Beliau ke Tarim, Hadhramaut setelah berziarah Baitullah al-haram dan kubur Datuknya Baginda Nabi SAW. Di haromain beliau mengambil dari beberapa ulama-ulama Haromain tersebut. Termasuk mengambil dari al-Habib Umar bin Aqil bin Yahya (Madinah), dan tokoh-tokoh ulama besar haromain di zamannya. Semuanya guru-guru dari haromain mendapat ijazah yang sempurna dalam ilmu dhohir wal bathin, artinya kitab-kitab Fiqh ala Madzhab al- arbi’ah dan kutubul hadist, kitab tafsir dan mendapat ijazah mengajar dan berdakwah.

Beliau selanjutnya melanjutkan perjalanannya menuju hadhramaut, Tarim. Setelah ziarah kepada Sayidina  al-Faqih al-Muqaddam dan ulama dan awliya di zambal serta salafuna sadatuna sholihin sadatuna alawiyyin, beliau berziarah ke Ghorot, di mana kubah besar disitu kuburnya datuknya yang bernama al-Imam A’imatul Ulama Quthbil Ghauts al-Habib Syaikh bin Ahmad bin Yahya. Dan beberapa kubur ulama-ulama awliya keluarga bin Yahya, termasuk kubur kakek dari jiddahnya al-Habib Syaikh bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya. Ibu dari al-Habib Muhammad al-Qadhi, kakek dari al-Habib Hasan bin Thoha tersebut. Bernama seorang waliyah Sayyidah Ruqayah binti Syaikh bin Abdurrahman al-Faqih bin Aqil bin Ahmad bin Yahya.

Kubah itu besar sekali, al Habib Syaikh bin Ahmad bin Yahya, datuk dari ayahnya al-habib Hasan adalah murid dari Sayyidi Al-Imam Syaikh Abu bakar bin Salim. Ibu dari al-Imam Ahmad bin Yahya tersebut, adalah Sayidah Mufadhol binti al-Habib Syaikh bin Abdullah al-Akbar al-Aydrus, yang terkenal dengan Sulthanul Mala’ atau Quthbil Mala’. Maka setelah beliau berziarah baru mulai mengambil ilmu kepada para ulama-ulama di hadhromiyah dari para sadah itu sendiri dan lainnya.

Disamping belajar ilmu syariat, Habib Hasan juga belajar ilmu Thoriqoh dan hakikat kepada para ulama’ dan Auliya’ waktu itu. Diantara guru beliau adalah al-Habib Quthbil Aqthab al-Mujadid Ahmad bin Umar bin Smith seorang wali Qutub pada zaman itu, juga mengambil dari Quthbil al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas shohib Mashad, serta mengambil pula dari al-Habib Thohir bin Muhammad bin Hasyim seorang wali Quthb besar, kakek dari al-Habib Abdullah bin Husain bin Thohir. Juga mengambil daripada al-Habib Allamatud dunya Abdurrahman bin Abdullah bil Faqih. Dan juga mengambil dari al-Habib Abdurrahman bin Musthafa al-Aydrus dan mengambil dari cucu al-Habib Abdullah bin Alwy al-Haddad, yaitu al-Habib Alwy bin Hasan bin Abdullah al-Haddad, dan mengambil dari ulama sadatil Seqqaf guru beliau sangat banyak,  Quthbil Ghouts Al Habib Alwi bin Abdullah Bafaqih dan masih banyak guru yang lain.

Beliau selanjutnya dari Tarim setelah mendapatkan ijazah sebagaiman beliau dapatkan di haromain, beliau keliling ketempat-tempat sumber ilmu seperti ke Mesir sampai Maghrobi dan kota-kota yang banyak ulamanya, disitu beliau banyak mengambil pengalaman penjajah Inggris maupun Perancis. Pengalaman itu dijadikan bekal untuk mengetahui bagaimana politik penjajahan sampai dalam segi bidang ekonomi.

Selanjutnya beliau ke India dan bertemu pula dengan pemuka-pemuka ulama dan beliau tidak terpelapasa mengambil adari tokoh-tokoh ppembersaer ulama tersebut dari sadatil al-Aydrus, bin Syaahab, bin Yahya dan al-Jailani. Beliau disamping disana sambil berdakwah dan mengajarkan ilmu pertanian yang sehingga beliau sangat dicintai oleh masyarakat sekalipun non muslim, karena beliau mengambil ilmu pertanian, masyarakat merasa diuntungkan sehingga dengan mudah beliau mengembangkan al  Islam sedikitpun tidak menggunakan kekerasan, yang akhirnya beliau pulang ke Penang. Untuk bertemu dengan Abahnya di Penang Malaysia, as-Sayid Thoha digelari as-Sayyid ath-Thahir.

Al-habib Thaha tersebut pernah tinggal di semarang, Cirebon dan banten. Seorang ulama yang sangat dicintai dan disegani oleh masyarakat dari kalangan atas dan bawah, sekalipun non muslim sangat hormat karena keluhuran akhlaknya.

Al-Habib Thaha sebelum masuk ke Indonesia, terlebih dahulu di Penang dizaman hidup beliau di Penang. Jama’ah Haji dari mana pun banyak yang berziarah kepada beliau (al-Habib Thaha) di Penang.

Habib Hasan selalu mendapat ijazah dari setiap ilmu yang di dapatinya baik ijazah khusus maupun umum. Ilmu yang beliau miliki baik syariat, Thoriqoh maupun hakikat sangat luas bagaikan lautan sehingga di kalangan kaum khos (khusus) maupun awam dakwah beliau bisa diterima dengan mudah. Maka tak heran bila fatwa-fatwa beliau banyak didengar oleh pembesar kerajaan waktu itu.

Pada waktu muda, setelah mendapat ijin dari gurunya untuk berdakwah dan mengajar, beliau masuk dulu ke Afrika di Tonja, Maroko dan sekitarnya, kemudian ke daerah Habsyah, Somalia terus ke India dan Penang Malaysia untuk menemui ayahnya.

Setelah tinggal beberapa waktu di Penang, beliau mendapat ijin dari ayahnya untuk ke Indonesia guna meneruskan dakwahnya. Beliau pertama kali masuk ke Palembang kemudian ke Banten. Pada saat tinggal di Banten, beliau diangkat oleh Sultan Rofiudin, atau Sultan Banten yang terakhir waktu itu menjadi Mufti Besar. Di Banten beliau bukan hanya mengajar dan berdakwah, tetapi juga bersama-sama dengan pejuang Banten dan Cirebon mengusir penjajah Belanda. Walaupun Sultan Rofi’udin telah ditangkap dan dibuang ke Surabaya oleh Belanda, tetapi Habib Hasan yang telah menyatukan kekuatan pasukan Banten dan Pasukan Cirebon tetap gigih mengadakan perlawanan.

Setelah itu beliau meneruskan dakwahnya lagi ke Pekalongan-Jawa Tengah. Di Pekalongan beliau mendirikan Pesantren dan Masjid di desa Keputran dan beliau tinggal di desa Ngledok. Pondok Pesantren itu terletak di pinggir sungai, dulu arah sungai mengalir dari arah selatan Kuripan mengalir ke tengah kota menikung sebelum tutupan Kereta Api. Tetapi dengan Karomah yang dimiliki Habib Hasan, aliran sungai itu dipindah ke barat yang keberadaanya seperti sampai sekarang.

Pengaruh Habib Hasan mulai dari Banten sampai Semarang memang sangat luar biasa, tidak mengherankan bila Belanda selalu mengincar dan mengawasinya. Dan pada tahun 1206 H/1785 M terjadilah sebuah pertempuran sengit di Pekalongan. Dengan kegigihan dan semangat yang dimiliki Habib Hasan dengan santri dan pasukannya, Belanda mengalami kewalahan. Tetapi sebelum meletusnya Perang Padri Pesantren Habib Hasan sempat dibumi hanguskan oleh Belanda.

Akhirnya Habib Hasan bersama pasukan dan santrinya mengungsi ke Kaliwungu, tinggal disuatu daerah yang sekarang di kenal dengan desa Kramat. Atas perjuangan, kearifan, serta keluasan ilmu yang terdengar oleh Sultan Hamengkubuwono ke II membuatnya menjadi kagum kepada Habib Hasan.

Karena kekaguman tersebut akhirnya Habib Hasan diangkat menjadi menantu Sultan Hamengkubuwono ke II dan daerah yang ditempati mendapat perlindungannya.

Di Kaliwungu beliau tinggal bersama sahabatnya bernama Kyai Asy’ari seorang ulama besar yang menjadi cikal bakal pendiri Pesantren di wilayah Kaliwungu (Kendal ), guna bahu membahu mensyiarkan Islam. Masa tua hingga wafatnya Habib Hasan tinggal di Semarang tepatnya di daerah Perdikan atau Jomblang yang merupakan pemberian dari Sultan HB II. Beliau juga merupakan Komandan daerah perang (mandala) di gunung kidul

Thoriqoh yang dipegang oleh Habib Hasan adalah Thoriqoh Saadatul Alawiyyin (Alawiyyah). itulah yang diterapkan untuk mendidik keluarga dan anak muridnya, seperti membaca aurod Wirdul Lathif, dan istighfar menjelang Maghrib. Setelah berjamaah maghrib dilanjutkan sholat sunah Rowatib, tadarus Al qur’an, membaca Rotib dari Rotibul Hadad, Rotibul Athos, Rotibul Idrus dan wirid Sadatil Bin Yahya serta Rotibnya. Terus berjamaah sholat Isya’ selanjutnya membaca aurad dan makan berjama’ah.

Diantara kebiasaan beliau yang tidak pernah ditinggalkan adalah berziarah kepada para auliya’ atau orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. (Ziaratul Ulama wal Auliya ahyaan wa amwatan ).

Rumah beliau terbuka 24 jam non stop dan dijadikan tumpuan umat untuk memecahkan segala permasalahan yang mereka hadapi. Semasa beliau berdakwah dalam rangka meningkatkan umat dalam ketaqwan dan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, pertama sangat menekankan pentingnya cinta kepada Baginda nabi Muhammmad Saw. beserta keluarganya yang dijadikan pintu kecintaan kepada Allah Swt. Kedua kecintaan kepada kedua orang tua dan guru, yang menjadi sebab untuk mengerti cara taqorub, taqwa dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Habib Hasan adalah seorang yang lemah lembut dan berakhlak mulia tetapi sangat keras dalam berpegang teguh kepada Syariatilah dan Sunah Rasul. Beliau tidak pernah mendahulukan kepentingan pribadinya.

Banyak amal sirri (rahasia) yang dilakukan oleh beliau setiap malamnya. Sehabis Qiyamull Lail, Habib Hasan berkeliling membagikan beras, jagung dan juga uang kerumah-rumah Fuqara wal masakin, anak-anak Yatim dan janda-janda tua. Beliau sangat menghargai generasi muda dan menghormati orang yang lebih dituakan.

Pada waktu hidup, beliau dikenal sebagai seorang yang ahli menghentikan segala perpecahan dan fitnah antar golongan dan suku. Sehingga cara adu domba yang dilakukan pihak penjajah tidak mampu menembusnya. Di samping sebagai ulama’ besar juga menguasai beberapa bahasa dengan fasih dan benar.

Habib Hasan wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah Taman duku Lamper Kidul Semarang. Hingga saat ini, banyak peziarah yang yang datang berziarah, berdoa dan bertawassul dimakamnya. Rodliyallahu ‘anhu wanafa’ana bibarokaatihi waanwarihi wa’uluumihi fiddiini waddunya wal aakhiroh.

Luthfi yahya.

Blogroll

Blogger templates

About