ASSALAMU`ALAIKUM DI BLOG KAMI "BOLO MANAKIB" GONDANG-NGANJUK SEMOGA DAPAT DIAMBIL HIKMAHNYA, BERMANFAAT DAN MEMBAWA BERKAH. AMIIN...
Tampilkan postingan dengan label Kafa Billah nganjuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kafa Billah nganjuk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

MATA BATIN / INDRA KE ENAM

Posted by Unknown On 17.48 | No comments

Menajamkan Mata Bathin | Mistikus Cinta https://mistikus-sufi.blogspot.com/2017/01/menajamkan-mata-bathin.html?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C3455377929 -- dibagikan oleh UC Mini


Menajamkan Mata bathin


Setiap manusia dianugerahi kelima pancaindera,namun tahukah anda apabila kita semua ini diberikan keistimewaan yang sesungguhnya biladigali lebih dalam kita mempunyai indera keenam. Indera keenam kita adalah mata batin. Mata Batin adalah indera keenam yang Allah berikan kepada setiap manusia.Mata Batin ibarat kaca yang dapat melihat sesuatu (bercermin) atau ibarat pisau tumpul yang dapat diasah sampai tajam sehingga dapat memotong sesuatu benda. Setiap manusia mempunyai mata batin yang asal mulanya Allah ciptakan bersih tanpa ada noda sedikitpun tetapikemudian dinodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian.Ketika kita masih kecil mata batin kita masih bersih sehingga dapat melihat hal-hal yang ghaib dan dapat menangkap ilmu pengetahuan dengan mudah tetapi setelah kita besar mata batin kita sudah ternodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian sehingga tidak dapat melihat lagi hal-hal yang ghaib (tertutup).Tempat mata hati adalah Qalbu (hati nurani) yang selalu berubah setiap saat sesuai dengan perbuatan manusia sehari-hari jika berbuat jahat akan lupa kepada Allah maka Qalbu itu menjadi kotor dan jika berbuat baik atau berzikir Qalbu ituakan bersih kembali.Dalam Hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan:"Hati manusia itu ibarat sehelai kain putih yang apabila manusia itu berbuat dosa maka tercorenglah / ternodailah kain putih tersebut dengan satu titik noda kemudian jika sering berbuat dosa lambat-laun sehelai kain putih itu berubah menjadi kotor / hitam".Jika hati nurani sudah kotor maka terkunci nuraninya dan sukar menerima petunjuk dari Allah. Untuk menajamkan mata batin kita. Ada empat tahap untuk menajamkan atau membersihkan Mata Batin:1.Pertama, Mengosongkan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, benci, dan dari sifat keduniawian.2.Kedua, Membuang daya khayal yang mengganggu keyakinan hati kemudian berfikir tentang hal-hal ghaib yang kita ketahui.3.Ketiga, Mendawamkan (mengekalkan) shalat dan berzikir pada malam hari karena kesepian malam dapat menambah kekhusyukan hati.4.Keempat, Meningkatkan Iman dan Kecintaan kepada Allah yaitu mencintai Allah dari segala-galanya selalu bermunajat (mohon pertolongan Allah) dan Istikharah (meminta petunjuk dari Allah SWT).


Jumat, 03 Februari 2017

Waktu Mustajab Untuk Do'a

Posted by Unknown On 02.22 | No comments

*DOA-DOA MUSTAJABAH.*
Oleh : Ahmad Zainuddin Bad.

Hadist ke 22, dari Kitab Mukhtar Hadist Syarif susunan al Habin Umar bin Hafidz. Pengajian Jumat Pagi Bakda subuh 3 - Februari - 2017.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
اَلدُّعَاءُ بَيْنَ الَاذَانِ وَالْاِقَامَةِ مُسْتَجَابٌ فَادْعُوْا.

رواه ابو يعلى

Doa diantara adzan dan iqomah Mustajabah maka senantiasalah berdoa. ( HR. Abu Ya'la )

Makna Hadist.
Hadist ini menerangkan tentang waktu waktu mustajabnya dalam berdoa', akan tetapi juga didalam berdoa  disyaratkan hadirnya hati, khusyu', dan merasa hina dihadapan Allah, mendahulukan taubat sebelum berdoa, dalam keadaan suci tidak berhadast.

Para sahabat bertanya, apa yang semestinya kita minta wahai Rasulullah ?
Mintalah kepada Allah Al-afiyah  di dunia dan akherat.

Faedah Hadist.
1. Menerangkan bahwasanya diantara adzan dan iqomah ada waktu-waktu mustajabah.
2. Menganjurkan kita untuk
Memantau waktu-waktu mustajabnya doa.

Didalam keterangan lain al Mausuah al Fiqhiyah Saat-saat yang diduga kuat waktu ijabah

١ - الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَْذَانِ وَالإِْقَامَةِ وَبَعْدَهَا 
٢ - الدُّعَاءُ حَال السُّجُودِ 
٣ - الدُّعَاءُ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَفْرُوضَةِ
٤ - حَال الصَّوْمِ وَحَال الإِْفْطَارِ مِنَ الصَّوْمِ : 
ه - الدُّعَاءُ بَعْدَ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَبَعْدَ خَتْمِهِ 
٦ - دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ 
٧ - الدُّعَاءُ عِنْدَ الْقِتَال فِي سَبِيل اللَّهِ 
٨ - حَال اجْتِمَاعِ الْمُسْلِمِينَ فِي مَجَالِسِ الذِّكْرِ : 
٩ - دُعَاءُ الْمُؤْمِنِ لأَِخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ 
١٠ - دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ وَعَلَيْهِ 
١١ - دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُضْطَرِّ وَالْمَكْرُوبِ 
١٢ - الدُّعَاءُ عِنْدَ نُزُول الْغَيْثِ 
١٣ - دَعْوَةُ الْمَرِيضِ 
١٤ - حَال أَوْلِيَاءِ اللَّهِ 
١٥ - حَال الْمُجْتَهَدِ فِي الدُّعَاءِ إِذَا وَافَقَ اسْمَ اللَّهِ الأَْعْظَمَ 

1. Doa diantara adzan dan Iqaamah dan setelahnya 
2. Doa dikala sujud
3. Doa setelah shalat lima waktu
4. Doa disaat menjalani puasa dan ketika berbuka
5. Doa setelah membaca alQuran dan menghatamkannya
6. Doanya orang bepergian
7. Doa saat perang sabilillah
8. Doa saat kaum muslimin berkumpul dalam sebuah majlis adz-dzikri
9. Do'a seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya
10. doa orang tua kepada anaknya
11. Orang yang teraniaya, tertindas dan orang kesusahan
12. Doa saat turun hujan
13. Doa orang sakit
14. Doa saat menjadi kekasih allah
15. Doa saat ia bersungguh-sungguh, sebelum berdoa di dahului penyebutan asma-asma Allah yang Agung.
Almausuu’ah al-Fiqhiyyah 39/225-233.

Dan ketika kita berdoa dengan mantap belum juga diberi, maka jangan sampai putus asa, berkata Imam Ibnu Athoillah As Sakandary:

لا يكن تأخر أمد العطاء مع الإلحاح في الدعاء - موجبا ليأسك ؛ فهو ضمن لك الإجابة فيما يختاره لك لا فما تختار لنفسك وفي الوقت الذي يريد ، لا في الوقت الذي تريد .
Janganlah engkau putus asa karena tertundanya pemberian, padahal engkau telah mengulang-ulang doa. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih untukmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingini.

Jadi tetap semangat dan terus berdoa, Tuhan tidak kesulitan menjadikan lombok berwarna hijau berubah menjadi merah, menjadikan bumi tanpa tiang, apalagi cuma mengabulkan doa-doa panjenengan.

Salam Takdzim
Ahmad Zain Bad.
Website : annur2.net
FB : facebook.com/annur2malang.


Kamis, 02 Februari 2017

SHOLAWAT BADAR

Posted by Unknown On 14.57 | No comments

KISAH LAHIRNYA SHOLAWAT BADAR

Oleh: Anto Djiebriel – Ajieb & Ponpes Nurul Hidayah Kal-Tim

KH Ali Mansur Siddiq terinspirasi dari sebuah Kitab yang berjudul “MANDZUMAH AHLUL BADAR ALMUSAMAH JALIYATUL KADAR FII FADOIL AHLUL BADAR” yang di susun oleh AL IMAM ASSAYYID JA’FAR ALBARJANZI.

Dan sebelum menulis Syair Sholawat Badar KH Ali bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih bersorban hijau

Dan pada malam yang sama istri beliau bermimpi bertemu dengan Rosululloh ……
dan esok harinya KH Ali menemui Al Imam AlHabib Hadi AlHaddar Maula Banyuwangi dan menceritakan mimpinya kepada Habib Hadi dan Habib Hadi mengatakan “Bahwa orang orang yang datang di mimpimu itu adalah para Ahlul Badar”

Dari Dua mimpi yang teramat mulia di malam yang bersamaan pula dan dengan penjelasan dari seorang Arifbillah yaitu Habib Hadi AlHadar yang membuat keyakinan beliau untuk menulis Syair Ahlul Badar.

Dan di malam Harinya Kiai Ali memulai menulis Syair Demi Syair berkenaan Ahlul badar yang di kemudian hari lebih mashur dengan nama Sholawat Badriyah

Esok harinya banyak para tetangganya dan orang orang kampung yang mengirimi bahan makan mulai dari beras, daging, sayur-mayur dan lain-lain.

Kiai Ali merasa heran dan bertanya kepada mereka yang mengirimi bahan makanan tersebut dan jawaban mereka semua:
“pada Subuh tadi datang orang berjubah putih memberitahukan bahwa di rumah Kiai Ali akan ada Acara besar”

Merasa heran dan penuh tanda tanya itu yang terjadi dalam diri Kiai Ali dan mengherankan lagi ada orang yang tidak dikenal ikut juga mempersiapkan acara tersebut.

Di pagi-pagi sekali Rombongan AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi dari kwitang datang kerumah Kiai Ali dan ternyata inilah jawaban atas rasa penasaran beliau, betapa senangnya KH Ali mendapat kunjungan Ulama besar yang dikagumi oleh Umat Islam Indonesia dan merupakan hal yang teristimewa kejadian tersebut terhadap Kiai Ali atas kunjungan AlHabib Ali dan Rombongannya.

Didalam kunjungan tersebut tercatat dalam buku kecilnya Kiai Ali, beliau disana menyatatkan kejadian tersebut pada Hari Rabu pagi tanggal 26 September tahun 1962 jam 8 pagi.

Pada kesempatan itu dibacakan Maulidul Azab dan Ceramah agama, diantara yang memberikan ceramahnya adalah:
• AlHabib Ali AlHabsyi kwitang
• AlHabib Muhammad bin Ali AlHabsyi
• AlHabib Salim bin Jindan

Didalam rombongon tersebut ikut diantaranya AlHabib Ali bin Husein AlAthas, AlHabib Ahmad bin Ghalib AlHamid Surabaya,AlHabib Umar Assegaf Semarang dan banyak lagi yang lainnya para pembesar Ulama pada waktu itu.

Setelah usai acara AlHabib Ali AlHabsyi Kwitang menanyakan prihal Sholawat yang ditulis oleh Kiai Ali dan Kiai Ali mema’lumi hal itu karena memang Habib Ali dikenal luas sebagai Waliyulloh dan Kiai Ali langsung mengambil kertas berisi Syair yang ditulisnya dan membacakan di hadapan para Habib dengan suara indahnya yang memang Kiai Ali dikenal memiliki suara yang merdu.

Alunan Sholawat Badar yang indah didengar oleh para Habaib dengan penuh kekhusyuan sampai seluruhnya meneteskan air mata karena terharu dan setelah selesai Habib Ali berbicara meminta agar Sholawat tersebut di jadikan munajat untuk melawan Fitnah PKI.

Dan setelah itu Habib Ali mengundang Kiai Ali dalam Majlisnya di Jakarta pada Hari minggu yang dihadiri banyak para Alim Ulama dan Habaib serta beribu-ribu umat Islam dalam undangan tersebut.

KH Ali Mansur Siddiq didampingi oleh paman beliau yaitu KH Ahmad Qusairi. Di waktu itu pula Habib Ali meminta Kepada KH Ali untuk membaca Sholawat Badar susunannya di hadapan jamah yang hadir dan membuat Sholawat Badar menjadi Mashur tersebar luas dimana mana apalagi Sholawat tersebut selalu dibaca di awal Majlisnya Habib Ali AlHabsyi kwitang.

Setelah itu Habib Ali meminta kepada para murid muridnya untuk mencetak Teks Sholawat tersebut dan dibagi bagikan kepada para Jama’ahnya dan dicetak pertama kali di percetakan AlAidrus Jakarta.
Dan hingga saat ini Sholawat Badar berkembang pesat di tengah tengah masyarakat di Jakarta,di Pulau Jawa, di Nusantara bahkan di penjuru Dunia

ROBBI FAN FA’NA BIBARKATIHIM
WAH DINAL HUSNA BIHURMATIHIM
WA AMITNA FII TORIQOTIHIM
WA MU’AFATIM MINAL FITANI

Mungkin hingga saat masih ada yang belum mengetahui tentang siapa penyusun Sholawat Badar, padahal dalam Buku Antologi NU jilid pertama dan Majalah langitan Edisi 54 di sana dijabarkan secara luas siapa penyusun Sholawat Badar, dalam Buku dan majalah tersebut keduanya saling menutupi sejarah yang kurang apalagi ditambah dengan Tulisan Tangan dari sang penyusun sendiri yang tidak lain adalah KH ALI MANSUR SIDDIQ dari Banyuwangi.

“Ya Akhi mari kita lawan genjer genjernya PKI dengan Sholawat Badar”

Teks Sholawat Badar

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ
تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ
وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ
مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ
وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ
وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ
فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ
اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى
اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا
وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ
وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

Asal Usul Sholawat Badar

Sholawat Badar adalah rangkaian sholawat berisikan tawassul dengan nama Allah, dengan Junjungan Nabi s.a.w. serta para mujahidin teristimewanya para pejuang Badar. Sholawat ini adalah hasil karyaKyai Ali Manshur, yang merupakan cucu KH. Muhammad Shiddiq, Jember. Oleh itu, Kyai ‘Ali Manshur adalah anak saudara atau keponakan KH. Ahmad Qusssyairi

( ulama besar dan pengarang kitab “”Tanwir al-Hija” yang telah disyarahkan dengan judul “Inarat ad-Duja“oleh ulama terkemuka Haramain, Sayyid ‘Alawi bin ‘Abbas bin ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani.

Diceritakan bahawa karya ini ditulis oleh Kiyai ‘Ali Manshur sekitar tahun 1960, tatkala kegawatan umat Islam Indonesia menghadapi fitnah Partai Komunis Indonesia (PKI). Ketika itu, Kiyai ‘Ali adalah Kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi, juga menjadi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di situ. Keadaan politik yang bercelaru saat itu dan kebejatan PKI yang bermaharajalela membunuh massa, bahkan ramai kiyai yang menjadi mangsa mereka, menyebabkan terlintas di hati Kiyai ‘Ali, yang memang mahir membuat syair ‘Arab sejak nyantri di Pesantren Lirboyo Kediri lagi, untuk menulis satu karangan sebagai sarana bermunajat memohon bantuan Allah s.w.t. Dalam keadaan sedemikian, Kiyai ‘Ali tertidur dan dalam tidurnya beliau bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih – hijau, dan malam yang sama juga, isteri beliau bermimpikan Kanjeng Nabi s.a.w.
Setelah siang, Kiyai ‘Ali langsung pergi berjumpa dengan Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi

dan menceritakan kisah mimpinya tersebut. Habib Hadi menyatakan bahawa manusia-manusia berjubah tersebut adalah para ahli Badar. Mendengar penjelasan Habib yang mulia tersebut, Kyai ‘Ali semakin bertekad untuk mengarang sebuah syair yang ada kaitan dengan para pejuang Badar tersebut. Lalu malamnya, Kyai ‘Ali menjalankan penanya untuk menulis karya yang kemudiannya dikenali sebagai “Sholawat al-Badriyyah” atau “Sholawat Badar“.
Apa yang mengherankan ialah keesokan harinya, orang-orang kampung mendatangi rumah beliau dengan membawa beras dan bahan makanan lainnya. Mereka menceritakan bahwa pagi pagi sekali mereka telah didatangi orang berjubah putih menyuruh mereka pergi ke rumah Kyai ‘Ali untuk membantunya karena satu kenduri akan diadakan di rumahnya. Itulah sebabnya mereka datang dengan membawa bahan makanan tersebut menurut kemampuan masing-masing. Tambah pelik lagi apabila malamnya, hadir bersama untuk bekerja membuat persiapan kenduri orang-orang yang tidak dikenali siapa mereka.
Menjelang keesokan pagi, serombongan habaib yang diketuai oleh Habib ‘Ali bin ‘Abdur Rahman al-Habsyi Kwitang

tiba-tiba datang ke rumah Kiyai ‘Ali. Tidak tergambar kegembiraan Kiyai ‘Ali menerima tetamu istimewanya tersebut. Setelah memulakan perbicaraan bertanyakan khabar, tiba-tiba Habib ‘Ali Kwitang bertanya mengenai syair yang ditulis oleh Kiyai ‘Ali tersebut. Tentu sahaja Kiyai ‘Ali terkejut kerana hasil karyanya itu hanya diketahuinya dirinya seorang dan belum dimaklumkan kepada sesiapa pun. Tapi beliau mengetahui, ini adalah satu kekeramatan Habib ‘Ali yang terkenal sebagai waliyullah itu. Lalu tanpa lengah, Kiyai ‘Ali Manshur mengambil helaian kertas karangannya tersebut lalu membacanya di hadapan para hadirin dengan suaranya yang lantang dan merdu. Para hadirin dan habaib mendengarnya dengan khusyuk sambil menitiskan air mata kerana terharu. Setelah selesai dibacakan Sholawat Badar oleh Kiyai ‘Ali, Habib ‘Ali menyeru agar Sholawat Badar dijadikan sarana bermunajat dalam menghadapi fitnah PKI.

”Ya akhi , mari kita perangi genjer –genjer PKI itu dengan sahalawat Badar ! ”kata Habib Ali kwitang mantap . setelah itu Habib Ali kwitang memimpin doa , lalu rombongan itu memohon diri .Maka sejak saat itu masyhurlah karya Kiyai ‘Ali tersebut.

Selanjutnya, untuk mempopulerkan shalawat badar , Habib ‘Ali Kwitang telah mengundang para ulama dan habaib ke Kwitang untuk satu pertemuan, termasuk dijemput ialah Kyai ‘Ali Manshur bersama pamannya KH. Ahmad Qusyairi. Dalam pertemuan tersebut, Kyai ‘Ali sekali lagi diminta untuk mengumandangkan Sholawat al-Badriyyah gubahannya itu. Maka bertambah masyhur dan tersebar luas Sholawat Badar ini dalam masyarakat serta menjadi bacaan popular dalam majlis-majlis ta’lim dan pertemuan.
Semoga Allah swt memberikan sebaik-baik ganjaran dan balasan buat pengarang Sholawat Badar serta para habaib tersebut….. al-Fatihah


Blogroll

Blogger templates

About