ASSALAMU`ALAIKUM DI BLOG KAMI "BOLO MANAKIB" GONDANG-NGANJUK SEMOGA DAPAT DIAMBIL HIKMAHNYA, BERMANFAAT DAN MEMBAWA BERKAH. AMIIN...

Minggu, 26 Februari 2017

سلطان سلمان........ انصر اليك بالحجى وحج زوجتي في هذه السنة


Sabtu, 25 Februari 2017

UKURAN DALAM ILMU FIQH

Posted by Unknown On 14.27 | No comments

ISTILAH UKURAN DALAM FIQH

a. Satu QIROTH menurut imam Tsalasah 0,215 Gr

b. Satu DIRHAM menurut imam Tsalasah 2,715 Gr

c. Satu MITSKOL menurut imam Tsalasah 3,879 Gr

d. Satu DANIQ menurut imam Tsalasah 0,430 Gr

e. Satu DZIRO' Al-Mu’tadil menurut Aktsarin-Nas 48 Cm
- Menurut Al Makmun 41,666625 Cm
- Menurut An-Nawawi 44,720 Cm
- Menurut Ar-Rofi’i 44,820 Cm

f. Satu MUD Menurut Imam Tsalatsah 9,22 Cm (P x L x T ) = 0,766 Ltr

g. Satu SHO Menurut Imam Tsalatsah 14,65 Cm (P x L x T ) = 3,145 Ltr

h Satu WASAQ Menurut Imam Tsalatsah 57,32 Cm (P x L x T ) = 188,712 Ltr

i Satu SHO’ Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi 1.862,18 Gr

j. Satu MUD Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi 456,54 Grm

k Satu SHO’ Beras putih 2.719,19 Grm

l. Satu Mud Beras putih 679,79Grm

m. Air DUA KULAH menurut An-Nawawi 55,9 Cm ( P x L x T ) = 174,580 Ltr
- Menurut Ar-Rofi’iy 56,1 Cm (P x L x T ) = 176,245 Ltr
- Menurut Ahli Iraq 63,4 Cm (P x L x T ) = 245,325 Ltr
- Menurut Aksarin-Nas 60 Cm (P x L x T ) = 187,385 Ltr

n. Zakat Fitrah adalah satu SHO’ 2.719,19 Grm = 2,71919 Kg

o Jarak Qosor Sholat menurut:

- Kitab Tanwirul Qulub 80,640 Km
- Al-Ma`Mun 89,999992 Km
- Ahmad Husain 94,500 Km
-Aksarul Fuqha 119,99988 Km
- Hanafiyyah 96 km
- Kitab Fiqh al-Islâmy 88, 74 km
- Versi Imam Ahmad Husain al-Mishry 94, 5 km

p.Mîl al-Hâsyimy:
Versi Imam Makmûn 1, 666665 km
Versi Imam Ahmad Husain al-Mishry 1, 76041 km
Versi Mayoritas ulama’ 2, 4999975 km

q. Farsakh:
Versi Imam Makmûn 4, 99995 km
Versi Imam Ahmad Husain al-Mishry 5, 28125 km
Versi Mayoritas ulama’ 7, 4999925 km

r. RITL BAGDAD menurut:
- An-Nawawi 349,16 Grm
- Ar-Rofi’i 353,49 Grm

s NISHOB SARIQOH emas menurut Imam Tsalasah 0,97 Grm

t Satu UQIYAH 12 Dirham

u Satu DIRHAM 2 Gram

DAFTAR NISOB DAN ZAKAT HARTA ZAKAWIY



1 Perak 543,35Gr 1/40=13,584Gr 2,5% Dikeluarkan setelah 1 thn

2 Tambang Perak 543,35Gr 1/40=13,584Gr 2,5% Dikeluarkan seketika

3 Rikaz Perak 543,35Gr 1/5=108,67Gr 20% Dikeluarkan seketika

4 Harta dagang dgn modal perak 543,35Gr 1/40 =13,584 Gr 2,5% Ditaksir dengan perak dan dikeluarkan setelah 1 thn

5 Emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr 2,5% Dikeluarkan setelah 1 thn

6 Tambang Emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr 2,5% Dikeluarkan seketika

7 Rikaz Emas 77,58Gr 1/5=15,516Gr 20% Dikeluarkan seketika

8 Harta dagang dgn modal emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr 2,5% Ditaksir dgn emas dan dikeluarkan setelah 1 thn

9 Gabah 1.323,132Kg 1/10=132,3132Kg 10% Tanpa biaya pengairan
1.323,132Kg 1/20=66,1566Kg 5% Dgn biaya pengairan

10 Padi gagang 1.31,516 Kg 1/10=163,1516Kg 10% Tanpa biaya pengairan
1.31,516 Kg 1/20=81,5758Kg 5% Dgn biaya pengairan.

11 Beras 815,758 Kg 1/10=81,5758Kg 10% Tanpa biaya pengairan
815,758 Kg 1/20=40,7879Kg 5% Dgn biaya pengairan

12 Gandum 558,654 Kg 1/10=55,8654Kg 10% Tanpa biaya pengairan
558,654 Kg 1/20=27,9327Kg 5% Dgn biaya pengairan

13 Kacang tunggak 756,697 Kg 1/10=75,6697Kg 10% Tanpa biaya pengairan
756,697 Kg 1/20=37,83485Kg 5% Dgn biaya pengairan

14 Kacang Hijau 780,036Kg 1/10=78,0036Kg 10% Tanpa biaya pengairan
780,036Kg 1/20=39,0018Kg 5% Dgn biaya pengairan

15 Jagung kuning 720 Kg 1/10=72 Kg 10% Tanpa biaya pengairan
720 Kg 1/20=36 Kg 5% Dgn biaya pengairan

16 Jagung Putih 714 Kg 1/10=71,4 Kg 10% Tanpa biaya pengairan
714 Kg 1/20=35,7Kg 5% Dgn biaya pengairan

KETERANGAN

- Perhitungan awal tahun pd zakat hewan ternak dimulai dari memilikinya dlm jumlah 1 nishob, begitu juga pada emas & perak. Sedangkan utk barang dagang maka:

Bila modal dagang diambilkan dari emas/perak yg sudah genap 1 nishob baik dipakai semua atau tdk, maka penghitungan tahun dimulai dari pemilikan emas/perak
Bila modal dagang berasal dari selain emas/perak yg telah mencapai 1 nishob, maka penghitungan tahun dimulai dari permulaan berdagang.
- Daftar nishob dan ukuran di atas dikutif dari kitab “FATHIL-QODIR” susunan Syaikh Ma’sum bin Ali Quwaron, Jombang.

- Yang dimaksud dgn Imam Tsalatsah di atas adalah Imam Maliki, Imam Syafi’I dan Imam Hambali.

- Nishob emas pada daftar di atas
[00:41, 7/14/2015] Yik Salim Sri: - Nishob emas pada daftar di atas adalah nishob emas murni (emas dgn kadar 100%). Sedangkan utk mencari nishob emas yg tdk murni (emas dgn kadar kurang dari 100%) yaitu dgn cara: Nishob emas murni (77,58) dibagi kadar emas yg tdk murni kemudian hasilnya dikalikan dgn kadar emas murni (100)

Contoh:

Untuk pencarian Nishob emas dgn kadar 90%:
Nishob = 77,58 : 90 x 100 = 86,2 Gr

Zakat yg harus dikeluarkan – 2,5% (1/40) = 2,155 Gr

- 2,0% (1/50) = 17,24 Gr

Untuk pencarian Nishob emas dgn kadar 75%:
Nishob = 77,58 : 75 x 100 = 103,44 Gr

Zakat yg harus dikeluarkan – 2,5% (1/40) = 2,586 Gr

- 2,0% (1/50) = 20,688 Gr

- Nishob dan ukuran utk jenis biji-bijian dengan menggunakan berat/gram sebagai mana daftardi atas adalah hanya pendekatan saja. Sebeb ukuran yang asal menurut Syara’ adalah dengan menggunakan Sho’ / Wasaq yang ada pada jaman Rasululloh SAW, maka dihimbau kepada kaum muslimin apabila ada perbedaan pendapat dalam menentukan berat kadar nishob, agar mengambil kadar yang ukurannya telah diyakini tidak kurang dari kadar yang telah ditentukan Syara’. ( Fathul Wahhab 1/114 dan S. Taufiq:41)

SINGKATAN NAMA-NAMA ULAMA’

NO SINGKATAN NAMA ULAMA’
1. ر م Syihâb ad-Dîn Ahmad bin Hamzah
( ar-Ramly al-Kabîr ).
2. مـر Syams ad-Dîn Muhammad bin Ahmad
( ar-Ramly As- Saghîr 919 - 1004 H. ).
3. حـج Ibn Hajar al-Haitamy ( 909 - 973 H. )
4. خـط Al-Khathîb as-Syirbîny ( … - 977 H. ).
5. ز ي Nûr ad-Dîn 'Ali az-Zayâdy atau az-Ziyâdy
( … - 1024 H.).
6. س م / س ب Syihâb ad-Din bin Qâsîm al-Abâdy
( 964 - 922 / 994 H.)
7. ظ ب Nashîr ad-Dîn Manshûr at-Thablawy
( … - 1014 H.).
8. ب ر Abû Abdillâh Muhammad bin Abd
ad-Daim Al-Barmawy .( 763 - 831 H.).
9. با ج Al-Baijury ( 1198 - 1277 H.).
10. أ ج Al- 'Allâmah 'Athiyyatullâh bin Athiyah
al-Burhân ( … - 190 H.).
11. ح ف Asy-Syamsu Muhammad bin Sâlim
al-Hafnawy ( 1101 - 1181 H.).
12. ش ق / ش ر ق Abdullâh bin Hijâz bin Ibrâhîm
as-Syarqawy ( 1150 - 1226 / 1227 H.).
13. حا ل / ح ل Nûr ad-Dîn 'Ali bin Ibrâhîm al-Halaby
( 975 - 1044 H.).
14. ع ش 'Ali Syibramalisy; Nûr ad-Dîn Abû Dliyâ' 'Ali bin 'Ali ( 997 - 1087 H.).
15. ق ل Syihâb ad-Din Ahmad bin Salâmah
al-Qulyûby ( ... - 1069 H.).
16. س ل Sulthân bin Ahmad al-Mazâkhi
( 985 - 1075 H.).
17. ع ن Muhammad al-'Inâni ( ... - 1098 H.).
18. ب ج Sulaimân bin Muhammad bin 'Umar
al- Bujairamy.
19. خ ض Syamsu Muhammad Syaubary al-Khadry
( 977 - 1069 H.).
20. م د Hasan bin 'Ali Ahmad al-Mudâbiry
( … - 1170 H.).
21. ع ب / ع ب د Abd al-Hamid; asy-Syekh Abd al-Hamid
ad-Daghistâny.
22. أ ط Muhammad bin Manshûr al-Ithfihy
al-Mishry.
23. ي As-Sayyid bin Abdullâh bin 'Umar
al-Alawy ( 1209 - 1265 H.).
24. ك / ك ر Asy-Syekh Muhammad bin Sulaimân
al-Kurdy ( … - 1194 H.).


Senin, 20 Februari 2017

Jagalah MULUTMU

Posted by Unknown On 16.57 | No comments

MULUTMU 🐅🐅🐅

Sebagian orang berfikir bahwa ucapan dan perkataannya tidak ada pengaruh.
Hal itu tentu tidak benar, hal ini dibuktikan dengan sebagian peristiwa seperti dibawah ini:

Saudara laki-lakinya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan:

* Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?":

"tidak ada" jawab adiknya pendek.

Saudara laki-lakinya berkata lagi:

* "Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian. Dari mana sumber masalahnya?????.

Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki kepada adik perempuannya.

# Saat arisan seorang ibu bertanya:

*"Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit? bukankah anak-anakmu banyak?".

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang karena mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

# Seorang teman bertanya:

* "Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu?".

Ia menjawab: "1,5 juta rupiah". 

* "Cuma 1,5 juta rupiah? Sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu?".

Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya. Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan malah memPHKnya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

# Seseorang bertanya pada kakek tua itu:

* "Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan?"

Si kakek menjawab: "Sebulan sekali".

* Yang bertanya menimpali: "Wah keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering".

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak-anaknya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

Itulah Hasil Dari Ucapan. ALLOH berfirman:

فأثابهم الله بما قالوا جنات

Maka, ALLOH memberi pahala "sebab ucapannya" berupa surga. (Al-Maidah: 85).

Dalam Kesempatan Lain, ALLOH berfirman:

ولعنوا بما قالوا

Dan Mereka dilaknat "sebab ucapan mereka". (Al-Maidah: 64).

Dalam Hadist, Rosululloh bersabda dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6477 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 2988 [3] dari Abu Hurairah:

إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار أبعد ما بين المشرق والمغرب.

“Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat”.

Bagaimana tidak, sedangkan ucapan baik dihubungkan oleh ALLOH dengan keimanan dan ketaqwaan, dalam firmannya:

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم

"Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada ALLOH dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya ALLOH akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu". (Al-Akhzab: 70-71).

فليتقوا الله وليقولوا قولا سديدا

"Maka bertaqwalah kamu kepada ALLOH dan ucapkanlah perkataan yang benar". (An-Nisa': 9).

Hal ini dikuatkan dengan sabda Nabi Muhammad

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

"Barangsiapa beriman terhadap ALLOH dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah".

يموت الفتى من عثرة من لسانه.....

Mulutmu harimaumu!!! ....

( Drs. H. Fathul Bari)


Minggu, 19 Februari 2017

DUNUNGE URIP

Posted by Unknown On 18.56 | No comments

•Ingatlah pada pepatah, "Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....

•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas ...

•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun... Ketika nafas terakhir tiba, sebatang
jarum pun tak bisa dibawa pergi... Sehelai benang pun tak bisa dimiliki.

Apalagi yang mau diperebutkan...
Apalagi yang mau disombongkan...

•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani ...
•Jangan terlalu perhitungan...
•Jangan hanya mau menang sendiri ...
•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita ...
•Belajarlah tiada hari tanpa kasih ...
•Selalu berlapang dada dan mengalah ...
•Hidup ceria, bebas leluasa...
•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan...
•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus....


Kamis, 16 Februari 2017

Al Habib Abu Bakar Assegaf Waliyulloh

Posted by Unknown On 02.30 | No comments

Al-Habib Al-Qutub Abubakar Bin Muhammad Assegaf | ahlussunahwaljamaah https://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/manakib/al-habib-al-qutub-abubakar-bin-muhammad-assegaf/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1911907361 -- dibagikan oleh UC Mini


Al-Habib Al-Qutub Abubakar Bin Muhammad AssegafAl-Habib Al-Qutub Abubakar Bin Muhammad AssegafAl-Habib Al-Qutub Abubakar bin Muhammad Assegaf lahir di kota Besuki, Jawa Timur, pada tahun 1285 H. Semenjak kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya yang wafat di kota Gresik. Pada tahun 1293 H, Habib Abubakar kemudian berangkat ke Hadramaut karena memenuhi permintaan nenek beliau, Syaikhah Fatimah binti Abdullah ‘Allan.Beliau berangkat kesana ditemani dengan Al-Mukarram Muhammad Bazmul. Sesampainya disana, beliau disambut oleh paman, sekaligus juga gurunya, yaitu Abdullah bin Umar Assegaf, beserta keluarganya. Kemudian beliau tinggal di kediaman Al-Arif Billah Al-Habib Syeikh bin Umar bin Saggaf Assegaf.Di kota Seiwun beliau belajar ilmu figih dan tasawuf kepada pamannya Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Hiduplah beliau dibawah bimbingan gurunya itu. Bahkan beliau dibiasakan oleh gurunya untuk bangun malam dan shalat tahajud meskipun usia beliau masih kecil. Selain berguru kepada pamannya, beliau juga mengambil ilmu dari para ulama besar yang ada disana. Diantara guru-guru beliau disana antara lain :Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhammad AlhabsyiAl-Habib Muhammad bin Ali AssegafAl-Habib Idrus bin Umar AlhabsyiAl-Habib Ahmad bin Hasan AlatasAl-Habib Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur (Mufti Hadramaut saat itu).Al-Habib Syeikh bin Idrus AlaydrusAl-Habib Al-Qutub Ali bin Muhamad Alhabsyi sungguh telah melihat tanda-tanda kebesaran dalam diri Habib Abubakar dan akan menjadi seorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi.Al-Habib Ali Alhabsyi berkata kepada seorang muridnya, “Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah, nama mereka sama, keadaan mereka sama, dan kedudukan mereka sama. Yang pertama, sudah berada di alam barzakh, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Abdullah Alaydrus. Yang kedua, engkau sudah pernah melihatnya pada saat engkau masih kecil, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Abdullah Alatas. Dan yang ketiga, engkau akan melihatnya di akhir umurmu”.Ketika usia murid tersebut sudah menginjak usia senja, ia bermimpi melihat Nabi SAW 5 kali dalamwaktu 5 malam berturut-turut. Dalam mimpinya itu, Nabi SAW berkata kepadanya, “(terdapat kebenaran) bagi yang melihatku di setiap kali melihat. Kami telah hadapkan kepadamu cucu yang sholeh, yaitu Abubakar bin Muhammad Assegaf. Perhatikanlah ia”.Murid tersebut sebelumnya belum pernah melihat Habib Abubakar, kecuali di mimpinya itu. Setelah itu ingatlah ia dengan perkataan gurunya, Al-Habib Ali Alhabsyi, “Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah…”. Tidak lama setelah kejadian mimpinya itu, ia pun meninggal dunia, persis sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Habib Ali bahwa ia akan melihat Habib Abubakar di akhir umurnya.Setelah menuntut ilmu disana, pada tahun 1302 H beliau pun akhirnya kembali ke pulau Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf, dan menuju kota Besuki. Disinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islamiyyah di kalangan masyarakat. Kemudian pada tahun 1305 H, disaatusia beliau masih 20 tahun, beliau pindah menujukota Gresik.Di pulau Jawa, beliaupun masih aktif mengambil ilmu dan manfaat dari ulama-ulama yang ada disana saat itu, diantaranya yaitu :Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alatas (Bogor)Al-Habib Abdullah bin Ali Alhaddad (wafat di Jombang)Al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas (Pekalongan)Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Umar Bin Yahya (Surabaya)Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi (Surabaya)Al-Habib Muhammad bin Ahmad Almuhdhor (wafat di Surabaya)Pada suatu hari disaat menunaikan shalat Jum’at,datanglah ilhaamat rabbaniyyah kepada diri beliau untuk ber- uzlah dan mengasingkan diri dari keramaian duniawi dan godaannya, menghadap kebesaran Ilahiah, ber-tawajjuh kepada Sang Pencipta Alam, dan menyebut keagungan nama-Nya di dalam keheningan. Hal tersebut beliau lakukan dengan penuh kesabaran dan ketabahan.Waktu pun berjalan demi waktu, sehingga tak terasa sudah sampai 15 tahun lamanya. Beliau pun akhirnya mendapatkan ijin untuk keluar dari uzlahnya, melalui isyarat dari guru beliau, yaitu Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi. Berkata Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, “Kami memohon dan ber-tawajjuh kepada Allah selama 3 malam berturut-turut untuk mengeluarkan Abubakar bin Muhammad Assegaf dari uzlahnya”. Setelah keluar dari uzlahnya, beliau ditemani dengan Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berziarah kepada Al-Imam Al-Habib Alwibin Muhammad Hasyim Assegaf.Sehabis ziarah, beliau dengan gurunya itu langsung menuju ke kota Surabaya dan singgah di kediaman Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Masyarakat Surabaya pun berbondong-bondong menyambut kedatangan beliau di rumahtersebut. Tak lama kemudian, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berkata kepada khalayak yang ada disana seraya menunjuk kepada Habib Abubakar, “Beliau adalah suatu khazanah daripada khazanah keluarga Ba’alawi. Kami membukakannya untuk kemanfaatan manusia, baik yang khusus maupun yang umum”.Semenjak itu Habib Abubakar mulai membuka majlis taklim dan dzikir di kediamannya di kota Gresik. Masyarakat pun menyambut dakwah beliau dengan begitu antusias. Dakwah beliau tersebar luas…dakwah yang penuh ilmu dan ikhlas, semata-mata mencari ridhallah. Dalam majlisnya, beliau setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumiddin sebanyak 40 kali. Dan merupakan kebiasaan beliau, setiap kali dikhatamkannya pembacaan kitab tersebut, beliau mengundang jamuan kepada masyarakat luas.Beliau adalah seorang yang ghirahnya begitu tinggi dalam mengikuti jalan, atribut dan akhlak keluarga dan Salafnya Saadah Bani Alawi. Majlis beliau senantiasa penuh dengan mudzakarah danirsyad menuju jalan para pendahulunya. Majlis beliau tak pernah kosong dari pembacaan kitab-kitab mereka. Inilah perhatian beliau untuk tetap menjaga thoriqah salafnya dan berusaha berjalandiatas… qadaman ala qadamin bi jiddin auza’i.Itulah yang beliau lakukan semasa hayatnya, mengajak manusia kepada kebesaran Ilahi. Waktu demi waktu berganti, sampai kepada suatuwaktu dimana Allah memanggilnya. Disaat terakhir dari akhir hayatnya, beliau melakukan puasa selama 15 hari, dan setelah itu beliau pun menghadap ke haribaan Ilahi. Beliau wafat pada tahun 1376 H pada usia 91 tahun. Jasad beliau disemayamkan di sebelah masjid Jami, Gresik.Walaupun beliau sudah berpulang ke rahmatillah, kalam-kalam beliau masih terdengar dan membekas di hati para pendengarnya. Akhlak-akhlak beliau masih menggoreskan kesan mendalam di mata orang-orang yang melihatnya. Hal-ihwal beliau masih mengukir keindahan iman di kehidupan para pecintanya.Radhiyallahu anhu wa ardhah…REFERENSIManaqib Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Muhammad Assegaf.


Rabu, 15 Februari 2017

Koleksi kitab aswaja

Posted by Unknown On 18.08 | No comments

Bagi yang ingin menambah koleksi kitabnya, monggo disedottttt.
dipersembahkan oleh:
*KMNU E-Library*
😊
Aswaja
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCNmZ4d08ybHgyd1U

E-book NU
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCR08tNHNzZlA5Y0k

Kitab-Kitab Nusantara
https://drive.google.com/open?id=0B49krkb9SjaCeUVvYV9IX1RiOG8

Kitab-Kitab Fikih
https://drive.google.com/drive/folders/0B49krkb9SjaCUWhvQnByMVRPSzA

Kitab-Kitab Tafsir
https://drive.google.com/drive/folders/0B49krkb9SjaCUUM1RjhwdXl3MXM

Kitab-Kitab Hadits
https://drive.google.com/drive/folders/0B49krkb9SjaCOS1tRmNmclR5bE0

Kitab-Kitab Nahwu Shorof
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCZlRBN3VpeFg2YWc

Kitab-Kitab Tarikh
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCcjJ6ejdsQ3pYRXM

Kitab-Kitab Maulid ar-Rasul
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCTmpjZEpFYUxmWFE

Kitab-Kitab Tashowwuf
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCdzQyMm5iVWNRdVk

Kitab-Kitab Tauhid
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCdERKYW9nUk9HWlE

Nadzoman
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCSllfY1NNeGtfWlE

Kitab-Kitab Karya Imam Ghozali
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCQURIUzY3WDdlcEE

Kitab-Kitab Karya Abuya Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki
https://drive.google.com/drive/u/2/mobile/folders/0B49krkb9SjaCbUNqd3hJdHNRUjQ

Semoga bermanfaat


Minggu, 12 Februari 2017

SUNAN GESENG

Posted by Unknown On 21.52 | No comments

Legenda Ki Cokrojoyo atau Sunan Geseng ~ Akarasa http://www.akarasa.com/2014/10/legenda-ki-cokrojoyo-atau-sunan-geseng.html -- dibagikan oleh UC Mini


Makam Sunan Geseng, di Tuban


Assalamu’alaikum Wr WbSelamat siang kerabat Akarasa, dalam tulisan jelajah aulia kali ini saya mengajak sobat semua mengenal tokoh aulia yang satu ini, Sunan Geseng.Dalam sebuah riwayat dan cerita tutur mengisahkan, sunan Geseng adalah seorang mubaligh asal desa Bedhug, Bagelen, kabupaten Purworejo. Dia adalah murid atau santri atau santri yang taat, patuh dan setia pada gurunya, Sunan Kalijogo.Nama aslinya Ki Cokrojoyo, seorang penyadap nira. Karena saking miskinnya, di desanya kala itu dia dijuluki Ki Petungmlarat. Akan tetapi dia rajin nglakoni tirakat dan topobroto, untuk mendalami ngelmu kejawen dan kadigdayan sehingga ia sangat sakti mandraguna.Setiap kali Ki Cokrojoyo menyadap nira (nderes), dia sambiluro-uro(melantunkan tembang) yang juga sebagai mantera,“Klontang-klantung wong nderes buntute bumbung, opo gelem opo ora.”Begitulah kebiasaan Ki Cokrojoyo dan bahkan tembangan ini masih dapat kita temui di Tuban saat penderes Legen/tuak di Tuban sedang menyadap wolo (siwalan).Pada suatu ketika, ketika dia sedang menderes nira sambil nembang, di bawah poho yang dipanjatnya ada seorang yang menegurnya,“Hai ki sanak, tidak begitu doanya bila menderes. Doanya adalah dengan menyebut Asma Allah SWT.” Kemudian dia berkata kepadanya,“Bila ki sanak akan melakukan sesuatu pekerjaan awalilah dengan membaca dua kalimat shahadat dan menyebut asma Allah, bismillahirrohmanirrohiim....”Kemudian orang asing itu diajaknya singgah ke rumah. Di rumahnya, tamu itu meminta ijin untuk bisa mencetak setangkep gula jawa denagn cetakan tempurung kelapa. Sebelum pamit, tamuitu berpesan,“Jangan sekali-kali cetakan gula kelapa ini dibuka sebelum saya pergi meninggalkan rumahmu.”Ketika sang tamu telah jauh dari rumahnya, dengan tak sabar bergegaslah Ki Cokrojoyo membuka cetakan gula jawa itu. Ketika tempurung cetakan gula jawa itu dibuka, ia sangat kaget dan terheran-heran. Karena di dalam cetakan itu bukanlah berisi setangkep gula jawa, tetapi sebongkah emas yang menyilaukan matanya.“Tamu itu mesti bukan orang sembarangan”. Pikirnya.Tetapi dibalik kegembiraan itu Ki Cokrojoyo dalam hatinya tetap penasaran.“Siapa sebenarnya orang itu, aku ingin mencari dan berguru kepadanya,”begitu kira-kira niatnya dalam hati. Singkat cerita, di sebuah hutan, Ki Cokrojoyo akhirnya bisa bertemu dengan orang sakti itu yang tidak lain adalah Sunan Kalijogo, yang tengah berkelana meyebarkan agama Islamdi kawasan Jawa Tengah bagian selatan.Kemudian dia menyampaikan niat dan keinginannya untuk bisa berguru dan menimba ilmu agama kepada Sunan Kalijogo. Mendengar niat yang tulus dari Ki Cokrojoyo, Sunan Kalijogo bersedia menerimanya sebagai muridnya.Ditengah pengembaraannya dalam meyebarkan agama Islam, pada suatu hari Sunan Kalijogo bermaksud akan menunaikan sembahyang ke Mekkah. Dia meminta Ki Cokrojoyo untuk menunggu di suatu tempat yang ditandai dengantongkat bambunya. Ki Cokrojoyo sendika dhawuh. Dengan taat dan setia dia duduk bersila menunggu di tempat itu dengan patuhnya.Konon menurut cerita legenda, Ki Cokrojoyo ditinggal Sunan Kalijogo selama tujuh belas tahun. Begitu lamanya menunggu, tongkat bambu itu tumbuh dan berkembang menjadi hutan bambu yang cukup lebat, menutup tempat Ki Cokrojoyo duduk menunggu kembalinya sang guru.Ketika Sunan kalijogo kembali dan melihat tempat itu sudah berubah menjadi hutan bambu, Ki Cokrojoyo sulit ditemukan. Agar mudah mencari murid setianya itu, kemudian Sunan Kalijogo membakar hutan bambu dan tampaklah Ki Cokrojoyo ditengah abu rumpun bambu. Luarbiasanya, dia tidak mati tetapi badannya geseng (gosong, hangus). Dan sejak itu, Sunan Kalijogo memanggil Ki Cokrojoyo dengan julukanGeseng.Untuk sementara saya potong di sini dulu cerita tutur dan legenda yang berkembang di masyarakat tentang sosok Sunan Geseng ini. Seperi juga makam aulia yang lainnya, makam ataupun juga petilasan Sunan Geseng ini, beberapa tempat yang diyakini sebagai makamnya adalah di Tuban, tepatnya di Desa Gesing, di Kediri juga ada, di Purworejo, Pati yangberada di Pegunungan Kendeng utara dan lain-lain. Dan tentunya setiap daerah tersebut masyarakatnya meyakini bahwa makam Sunan Geseng tersebut bersemayam. Insya Allah pada tulisan berikutnya saya sambung cerita legenda ini yang saya dapatkan dari cerita tutur petilasan Sunan Geseng di Bantul, Jogjakarta. Cukup sekian dulu sob..sampai jumpa-----maturnuwun


Blogroll

Blogger templates

About