ASSALAMU`ALAIKUM DI BLOG KAMI "BOLO MANAKIB" GONDANG-NGANJUK SEMOGA DAPAT DIAMBIL HIKMAHNYA, BERMANFAAT DAN MEMBAWA BERKAH. AMIIN...

Minggu, 08 Mei 2011

MANAKIB KUBRO

Posted by Unknown On 21.14 | No comments

MANAQIB SYAKIH ABDUL QODIRJAILANI ra by MadThohars & Wiwik Sulistiyowati Said

by Madthohars on 10:45 PM, 01-Feb-11
Terjemahan MANAQIB SYAKIH ABDUL QODIRJAILANI ra BAB I
Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang
Segala Puji Bagi Allah yang telah mengutus Junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Dengan membawa syari'at yang sempurna dan agama yang murni, yakni agama Islam
serta menghiasi atas kerasulannya dengan berbagai mu'jizat dan lagi diperkuat para sahabatnya
yang pemberani dan mendapat hidayah.

Dan Allah memberi keistimewaan kepada siapa yang dikehendaki dan pengikut-pengikut agamaNya
Dinaikan ketingkat 'ilmu ma'rifat dan haqiqot serta memberi siraman lautan ilmu lathifah serta pelita ilmu Ketuhanan

Lantaran itu, mereka jadi juru petunjuk umat dan perintis kejalan Allah yang maha Agung lagi Maha Mengetahui
Mengajak hamba Allah lewat dijalan setinggi-tingginya jalan yang lurus.

Dan semoga Allah senantiasa mencurahkan sholawat dan salamnya kepada junjungan NAbi Muhammad SAW.
Dan para sahabatnya serta orang orang yang mengikuti agama islam dan semoga Allah memberikan Taufiq
Kepada kita untuk memperoleh Hidayah melalui petunjuk-petunjuk beliau, mengikuti amalan-amalanNya
Serta mendapatkan pembagian nur (cahaya) dari orang-orang tersebut agar dapat menghilangkan Kegelapan kebodohan, selagi manaqibnya orang-orang tersebut masih harum semerbak, berkumandang didengar, lestari
Dawuh dawuh kebenaran riwayat keutamaanya, yang demikian itu akan membangkitkan semangat ta'at dan kebaktian kepada Allah.

Adapun setelah itu semua: Maka berkatalah orang yang membutuhkan kemurahan Dzat yang Maha Mulia dan
MahaPenyelamat, yakni Syaikh Ja'far bin Hasan bin 'Abdil Karim Al Barzanjiyyu,: Kitab manakib ini hanya merupakan
Bagian kecil penjelasan perilaku wali Quthub yang bisa memberi pertolongan; sebagai perantara agar terkabul tujuannya, pimpinan para wali arif billah, Imam para 'ulama' berjalan dijalan Allah untuk meraih lautan haqiqot, yaitu
Sayyid yang mulia, dirinya dijadikan sandaran yang amat indah, keturunan bangsawan yang memiliki derajat yang tinggi
Memiliki perkumpulan majlis yang besar, yaitu sayyid yang besar, yaitu Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani, Semoga Allah
Yang Maha kuat lagi Sempurna menyampaikan Syaikh ke surga yang dekat kepada Allah dan berhasil harapannya.

Kitab manakib ini bagaikan untaian yang dirangkum dari berbagai intan permata berisi fatwa-fatwa dan amalan
Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani agar dapat dijadikan perhiasan yang diperdengarkan kepada yang hadir pada saat dibacakan dalam amalan-amalan yang penting dan para peringatan-peringatan ulang tahun wafatnya Syakih Abdul Qadir Al-Jailani.

Kitab manaqib ini kami ambilkan dari keterangan para 'ulama ahli Thoriqoh dan para 'ulama yang mempunyai keyakinan
Yang mantap, kecintaanya kokoh kepada Kanjeng Syaikh Abdul Qodir Al-Jiilani seperti waliyullah Syaikh Abdul Wahan As-Sya'roni yang sudah terbukti keberuntungannya dan waliyullah Syaikh sirojid Dimisqiy penyusun kitab Nitajul arwah.

karena didorong rasa cinta. kami sebar luaskan manaqib para wali yang telah mencapai tingkat kesempurnaan amalnya, juga menyebarkan manaqib para wali yang terpilih, serta mengharapkan turunya rahmat yang melimpah dan barokah yang banyak. karena dengan menyebut-nyebut hal ihwal para 'ulama, waliyullah tersebut, menyebabkan terbukanya
barokah dari pintu langit yang tertinggi, juga turunya mendung kemurahan dari Allah SWT.

Dan aku lepaskan/sampaikan dengan perantara keluarga yanag mendapat ridho serta meminta pertolongan dengan
Segala kerahasiaaNya. maka keraskan/semarakkan dengan dzkir. orang-orang yang mengharap dzikir pembaca sampai Kepadanya dengan segala kabarnya dan saya menamakan sebagai perak yang hina dalam mengingat/berdzikir sebagaian dari sifat (kebaikan) yang dimiliki Syaikh Abdul Qodir jailani Yang diridhoi Allah.

Maka kami katakan: bahwa kanjeng syaikh adalah menjadi syaikhuts tsaqolain, yaitu syaikhnya jin dan manusia yang sempurna, juga wali yang mempunyai kewaspadaan yang sempurna wusul kepada Allah dan mempunyai kedudukan luhur lagi mulya serta mempunyai martabat yang tetap dan derajat yang sempurna dan perilaku yang luhur serta kesempurnaan yang tinggi, juga menjadi wali Qutub yang ahli ma'rifat kepada Allah, dan menjadi pemimpin pertolongan penerangan hati, yaitu putra syaikh Abi Sholih Musa Janki Dausat.

Disebut juga : Janka dausat putranya Sayikh "Abdillah bin Yahya Az Zahid bin Musa Al Juni bin Abdillah Al Mahdli bin Al Hasan Almutsan bin Al Hasan As Sibthi bin 'Ali bin Abi Tholib. Dan putranya Syarifah Fatimah Az Zahro' Putri dari junjungan kita Muhammad SAW yang menjadi Rasul.

Nasab atu silsilah keturunan Sayikh Abdul Qodir Itu bagaikan matahari di waktu duha, bagaikan siang untuk minculnya cahaya waktu subuh.Silsilah keturunan Sayikh ini sudah melekat diwajah Nabi Adam as. Karena itu malaikat langit diperintah sujid kepada Adam as. Juga nasab ini sudah disanjung dalam kitabnya Allah, karenanya siapa yang sengaja ingkar silsilahnya akan terkalahkan dalilnya.

"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA-AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHI AUDA'TAHAA LADAIHI."

(ya Allah , Hamparkanlah bau harum keridhoanMu kepada kanjeng Syaikh, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kanjeng Syaikh)

Terjemahan MANAQIB SYAKIH ABDUL QODIR JAILANI Ra BAB II
oleh Wiwik Sulistiyowati Said pada 07 Januari 2011 jam 17:15
Kanjeng Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani dilahirkan didusun Jilan,
kota terpencil diluar kota Tobaristan,pada Tanggal 1 Ramadhan 471 H.
Pada waktu beliau masih bayi, disiang hari bulan Ramadhan,beliau tidak mau menetek (menyusu),
karena inayah dari Allah kepada beliau.

Dan ketika usianya mendekati balig, Kanjeng Syaikh gemar mempelajari ilmu pengetahuan,
mengunjungi para ulama' yang mulia lagi berpengetahuan tinggi, dengan amalan-amalan
sholihnya mencapai derajat yang utama, maka kemajuannya dalam bidang ilmu dan amal-amal
utama sangat maju bahkan ibarat lebih dari burung merak.

Kanjeng Sayikh ra. belajar ilmu fiqih kepada Sayikh Abil Wafa Ali bin Aqil dan
kepada Sayikh Abil Khotob Al-Kalwadzani Mahfudh bin Ahmad Al-Jalil, dan Kepada
Syaikh AbilHhusaini Muhammad bin Al Qodli abi Ya'la, Juga kepada para ulama' yang nampak ilmunya
luhur serta derajatnya yang mulia. Dibidang adab Kanjeng Syaikh belajar kepada Syaikh Abi Zakariya yahya bin Ali Ath-Tibrizi, Disitulah Kanjeng Syaikh mengunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk mengali berbagai hal yang bermanfaat dan berguna. Kemudian Kanjeng Syaikh berbai'at belajar ilmu thoriqoh kepada seorang Guru yang Mursid Arif billah, yaitu Syaikh Abil Khobirihammad bin Muslim ad Dabbas.

Kemudian Kanjeng Syaikh meneruskan bi'at toriqohnya kepada Syaikh Qodli Abi Sa'id al-Mubarok hingga mendapat ijin menjadi Syaikh mursid yang adabiyahnya meniru mursyidnya yang sudah sempurnya dan tidak henti hentinya terpeliharah dari inayah Allah, sehingga derajat kewalianya terus naik ketingkat kesempurnaan, karena cita citanya yang luhur beliau dapat mengalahkan sifat yang tercela dan nafsu syaithoniayah yang menyesatkan, juga cancut tali wanda beliau meniggalkan apa yang menjadi kesenagannya dan hal hal yang mubah(boleh), juga meningalkan keramaian dunia,
pergi mengembara kehutan di Negeri Irak selama duapuluh lima tahun sehingga tidak mengenal orang, bahkan banyak orang yang mencemooh dan tidak mau memperdulikan, karena keluarga yang menjadi tanggung jawabnya seakan-akan diabaikan. pada permulaan beliau melakukan pengembaraan memang dirasakan banyak menghadapi tantangan serta kehawatiran-kehawatiran, tetapi semua hambatan itu dapat dihadapi dengan tabah dan tetap melanjutkan pengembaraan kehutan belantara.

pakaian yang dipakai jubah dari bulu, kepalanya ditutup sobekan kain, berjalan tanpa sandal, melalui tempat-tempat berduri ditanah-tanah terjal, yang demikian itu karena beliau tidak menemukan sandal makananya buah buahan yang masih dipohon, sayur yang sudah dibuang daun daun rerumputan yang berada ditepi-tepi sungai, bahkan lebih banyak tidur dan tidak minum.

pernah berhari hari tidak makan apapun, Tiba-tiba dijumpai seseorang yang kemudian menberinya sebuah kantong yang berisi penuh dengan uang dirham sebagai penghargaan kepada beliau. kemudian diambil sebagian untuk membeli tepung, jenang dari kurma dan samin dan duduklah kanjeng Syaikh untuk menikmati makanan tersebut. Dengan tiba-tiba ada sebuh kertas yang jatuh , tulisanya berbunyi : Syahwat itu dijadikan untuk hamba-hambaKu yang lemah, sebagai perantara untuk melaksanakan ta'at kepada Allah, sesungguhnya Hamba-hambaKu yang kuat, tentu tidak mempunyai kesenangan syahwat apapun. seketika itu beliau meninggalkan makan, mengambil saputangan untuk membunkusnya dan ditinggalkannya lalu menghadap kiblat shalat dua rakaat, dan kemudian meninggalkan tempat itu. atas kejadian ini beliau sadar, bahwa dirinya dijaga oleh Allah dan selalu dalam pertolonganNya.

"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA-AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHI AUDA'TAHAA LADAIHI."

(ya Allah , Hamparkanlah bau harum keridhoanMu kepada kanjeng Syaikh, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kanjeng Syaikh)

Terjemahan MANAQIB SYEK ABDUL QODIRJAILANI ra BAB III
oleh Wiwik Sulistiyowati Said pada 08 Januari 2011 jam 13:17
(Kanjeng Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani ra. pertama masuk kota Irak ditemani Nabi Khidir 'alaihi afdlolush sholati wassalam. Dan beliau belum mengenalnya yang kemudian Nabi Khidir memberikan persyaratan_persyaratan yang tidak boleh sekali sekali menyimpang, karena penyimpangan akan menjadi sebab perpisahan keduanya. maka Nabi Khidir berpesan kepada Syaikh : Duduklah ditempat ini. maka duduklah kanjeng Syaikh ditempat yang disyaratkan sampai tiga tahun yang setiap tahun sekali Nabi Khidir datang kesitu. Dan kemudian berpesan lagi : Jangan sekali-kali meningalkan tempat ini, sampai aku datang lagi.)

(Pernah pada waktu riyadloh Kanjeng Syaikh tertidur di emperan istana Raja Madani dimalamnya yang sangat dingin, tiba -tiba nimpi mengeluarkan mani, seketika bangunlah beliau lalu pergi kesungai untuk mandi. kemudiat tidur lagi dam mimpi yang sama. bangunlah beliau dan pergi ke sungai mandi lagi, kejadian itu sampai empat puluh kali dalam semalam. Kemudian Kanjeng Syaikh naik diatas pagar tembok emperan agar tidak tertidur lagi demi menjaga kelanggengan suci dari hadats. Kebiasaan Kanjeng Syaikh bila berhadats terus berwudhu lalu sholat sunnah dua raka'at sehingga senantiasa suci dan tidak pernah menanggung hadats.)

(Tiada henti-hentinya Kanjeng Syaikh kesungguhannya dalam menjaga wudhu, bahkan hal yang demikian itu menjadi kebiasaan sampai ketingkat wusul kepada Allah SWT. nampak jelas pancaran nur kewaliaannya, sehingga nampak juga diwajahnya cemerlang sifat keluhuran, menghindari segala apa yang harus dihindari, bahkan pernah berpura pura bisu, gila, sampai berkali-kali dibawa ke Kota Marostan untuk diobatkan yang demikian itu malah membuat tersohor kewaliannya melebihi ulama' pada zamannya. Dibidang keilmuanya dan amalanya, Zuhud dan ma'rifatnya ketokohan dan Fatwa-fatwanya dapat diterima siapa saja yang mendengarkan sehingga nama baiknya tersebar dimanca negara bagaikan peredaran surya.)

(Diceritakan : pernah pada suatu ketika seratus Ulama' ahli Fiqih Bagdad berkumpul masing masing membawa masalah, kemudian dikumpulkan, dan menghadap Kanjeng Syaikh perlu menguji kemampuannya, setelah ulam' itu duduk dalam majlis, kanjeng syaikhpun menundukkan kepala, tiba-tiba keluarlah cahaya bersinar dari dadanya menembus ke dada para Ulama itu, maka hilanglah apa yang ada pada hati mereka, sampai pada Masalah-masalah yang sudah matang dipersiapkan hilang begitu saja, para Ulama' tadi menjadi kebingungan, gemetar dan seakan-akan tidak berdaya juga kesadarannya, menyobek-nyobek pakaian dan membuka tutup kepalanya. Kemudian Kanjeng Syaikh naik kekursinya seraya memberikan jawaban yang sudah tersimpan dari masing-masing Ulama tersbut, setelah lengkap memberikan jawaban masalah masalah itu semua, para Ulama tadi baru mengakui akan kelebihan Kanjeng Syaikh, lalu mereka tunduk.)

(Adalah Kanjeng Syaikh ra. tiap-tiap hari mengajarkan tiga belas 'ilmunya yaitu : Tafsir Al-Qur'an, Hadits, ilmu Khilaf, ilmu ushul ya'ni Ushul Kalam/ Ushul Fiqih,ilmu Nahwu, ilmu Qiro'a/Fajwid, ilmu qiro'a/Tajwid, ilmu huruf, ilmu arudl/qowaafi,ilmu ma'aani, ilmu badi', ilmu bayan, ilmu manthig, dan ilmu tashouf/thoriqoh. beliau memberi fatwa mengikuti madzhab Imam Syafi'i dan imam Hambali ra. Ulama Iraq kagum atas fatwa beliau, sehingga terlontar ucapan dari mereka Maha Suci Allah yang memberikan kepadanya ilmu yang begitu luas.)

(Pernah Kanjeng Syaikh diberi suatu masalah karena semua Ulama' Bagdad tidak mampu menjawabnya, masalah itu adalah : ada seseorang yang bersumpah kalau istrinya jadi ditalaq tiga. maka orang tadi harus melakukan ibadah kepada Allah Ta'ala, yang ibadahnya tidak sedang dikerjakan lain orang pada waktu itu. Bagaimana orang itu bisa selamat dari sumpahnya dan ibadah apa yang harus ia kerjakan ? Maka Kanjeng Syaikh ra. menjawab seketika : Agar orang tadi selamat dari sumpahnya, maka ia harus pergi ke Mekkah Al-Mukaromah, menunggu sepinya orang melakukan thawaf, bila sudah sepi lalu mengerjakan thowaf tujuh kali, dengan demikaian berarti telah lepas dari sumpahnya dan tidak punya tanggungan apa-apa.)

"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA-AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHI AUDA'TAHAA LADAIHI."

(ya Allah , Hamparkanlah bau harum keridhoanMu kepada kanjeng Syaikh, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kanjeng Syaikh)

Terjemahan MANAQIB SYAKIH ABDUL QUDIR JAILANI ra. BAB IV
oleh Wiwik Sulistiyowati Said pada 10 Januari 2011 jam 4:30
ASALAMUALAIKUM.....



(Adalah Kanjeng Syaikh berpakaian, pakaian Ulma Jubah besar yaitu pakaian yang menutupi muka dan kepala, dan kendaraannya bighol/keledai. Untuk menghormati tamu membuka kerudungnya dan waktu mengajar beliau duduk dikursi yang tinggi agar bisa dilihat dan didengar, ucapanya terang dan lantang.)

(Kadang-kadang Kanjeng Syaikh bagaikan berjalan diangkasa kemudian kembali lagi kekursinya,hal itu disaksikan orang-orang hadir, waktunya hanya diperuntukkan ta'at kepada Allah semata. Pembantu dekatnya ya'ni Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Abdil Fatah Al-Harowi Mengatakan : saya menjadi peladenya Syaikh Abdul Qodir ra. selama empat puluh tahun, adalah beliau selama itu bila sholat subuh masih menggunakan wudhunya sholat isya'. Kalau ber-hadats segera memperbaruhi wudhunya. kemudian mengerjakan sholat sunnah dua rakaat.)

(Adalah Kanjeng Syaikh setelah sholat isya' masuk kamar pribadi, tidak satupun orang dapat masuk dan membukanya, tidak akan keluar sebelum terbit fajar.Raja Bagdad sudah berkali kali benar-benar ingin bertemu dengan beliau pada malam hari, tidak juga bisa bertemu. Syaikh Abdul Fatah berkata : pernah saya bermalam semalam dirumah beliau, maka say tahu beliau sholat sunnah sebentar pada permulaan malam, kemudian berdzikir kepada Allah sampai melewati sepertiga dari permulaan malam.)

(Kemudian beliau membaca asma A'dhom sembilan yaitu : al-Muhiithu,Arrobbu, Asy-Syahiidu, Al-Hasibu, Al-Fa'aalu, Al-Khollaaqu,Al-Kholiqu, Al-Bari-u, Al-Mushowwiru, dan naik keangkasa sampai hilang dari pandanganku. Setelah kembali lagi kekamarnya, kemudian sholat berdiri di atas kedua kaki serta membaca Al-Qur'an sampai habis waktu sepertiga malam yang kedua. Adalah sholat beliau sujudnya sangat panjang, kemudian duduk menghadapkan jiwanya kehadirat Allah, muroqobah kepadaNya sampai terbit fajar dengan sopan dan merendah berdo'a kepada Allah sehingga beliau tertutup penuh oleh cahaya terang, dengan nampak terang jelas, sehingga menyilaukan pandangan mata sampai Kanjeng Syaikh tidak terlihat karena tertutup oleh Nur/Cahaya.)

(Syaikh Ibnu Abil Fatah juga berkata : kemudian saya mendengar disampingnya ada yang mengucapkan salam Assalaamu'alaikum kemudian Kanjeng Syaikh menjawabnya, keadaan demikian ini terjadi sampai Kanjeng Syaikh mengerjakan sholat fajar.)

(Adalah Kanjeng Syaikh ra. telah berkata : Tidak boleh terjadi sebagai seorang ahli tasauf, siap dan bertindak sebagai juru penerang/ Guru mursyid, kecuali sudah mendapat anugerah Alah ilmunya, politiknya pimpinan negara, ilmu hikmahnya para ahli hukum. Syaikh Ibnu Fatah juga mengatakan : pada suatu hari ada seorang melapor kepada Kanjeng Syaikh, ia mengaku pernah melihat Allah ta'ala dengan kedua matanya. Maka beliau bertanya : Benarkah apa kata orang-orang bahwa engkau pernah melihat Allah dengan kedua matamu...? Maka orang tersebut menjawab : Iya benar. Syaikh Ibnu Abil Fatah selanjutnya melarang mengatakan bahwa mendengar jawaban orang tersebut Kanjeng Syaikh melarang mengatakan yang demikian seraya membentaknya dengan berpesan agar berhati-hati jangan sampai ucapanya diulang kembali.)

(Kemudian beliau menoleh kepada mereka diantara yang hadir sedang menanyakan : pengakuan seprti itu benar atau salah ? Jawab kanjeng Syaikh, ia benar... tapi dalam kebimbangan, sesungguhnya yang melihat Nur keindahan Allah itu adalah mata hatinya, yang kemudian mata hatinya menembus kedua mata kepalanya, maka kepalanya lalu bisa melihat mata hatinya, cahaya mata hatinya menyatu dengan cahaya keindahan Allah, sehingga orang itu berprasangka bahwa mata kepalanya melihat apa yang sebenarnya dilihat mata hatinya.
Sesungguhnya yang dapat melihat cahaya keindahan Allah hanyalah mata hati, tetapi ia belum mengerti. mendengar jawaban kanjeng syakih tadi, para Ulam' dan ahli thoriqoh gemetar dan kebingungan.)

(Syaikh Ibnu Abdil Fatah berkata : pada suatau ketika Kanjeng Syaikh melihat seberkas cahaya berkilauan menerangi ufuk langit, tidak lama menampakkan diri seraya memanggil-manggil : Wahai Abdul Qodir.... aku adalah Tuhanmu.. sungguh aku perbolehkan untukmu semua yang diharamkan. Maka Kanjeng Syaikh menjawab : A'UUDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONIRROJIM yang artinya : aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk. seketika itu cahaya tadi berubah menjadi gelap dan menyerupai awan dengan bersuara keras : Wahai Abdul Qodir..., selamatlah engkau dari ulah sesatku, sebab ilmumu tentang hukum Tuhanmu adan karena pemahamanmu tentang kedudukanmu sungguh aku sudah menyesatkan seperti kejadian ini dari tujuh puluh orang ahli thoriqoh.)

(Setelah beliau selamat dari godaan syaithan, kemudian memuji kepada Allah dengan mengucapkan : Anugerah dan keselamatan hanya karena Tuhanku. maka ditanyakan kepada Syaikh : Bagaimana Syaikh bisa tahu sesungguhnya itu adalah syaithan...? Kanjeng Syaikh menjawab : dari ucapanya : telahaku perbolehkan bagimu apa yang diharamkan. Karena setahu saya Sungguh Allah ta'ala tidak akan memerintahkan berbuat jahat.)

"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA-AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHI AUDA'TAHAA LADAIHI."

(ya Allah , Hamparkanlah bau harum keridhoanMu kepada kanjeng Syaikh, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kanjeng Syaikh)

Terjemah MANAQIB SYAKIH ABDUL QUDIR JAILANI ra.BAB V
oleh Wiwik Sulistiyowati Said pada 10 Januari 2011 jam 4:25
ASALAMUALAIKUM....


(Adalah Kanjeng Syaikh Abdul Qodir ra. tidak mau mengaung-agungkan orang kaya dan berdiri karena kedatangannya seorang raja dan tidak juga orang-orang yang mempunyai kedudukan. Dan adalah seringkali raja bermaksud ziarah kepada Syaikh, padahal beliau sedang duduk-duduk kemudian ditinggalkan masuk kekamar pribadinya.)

(Kemudian baru keluar lagi untuk menemui setelah khalifah itu duduk. Hal ini dilakukan kerena memulyakan prilaku ahli tasauf yang tidak tertarik dengan kedudukan dan harta serta tidak berdiri haya sekedar kedatangan raja. Lagian beliau tidak mau berdiri di depan pintu-pintu raja atau mantri dan juga tidak mau menerima hadiah dari raja, sehingga raja itu mencemoohnya atas ketidak diterimanya pemberian itu. maka Kanjeng Syaikh berkata kepada sang raja : Kalau begitu silahkan bawa sendiri hadiah itu kesini. rajapun menerimanya, kemudian membawa sendiri buah apel untuk Kanjeng Syaikh. tiba-tiba buah apel itu didalamnya penuh darah dan nanah. maka berkatalah Kanjeng Syaikh kepada raja : kenapa raja selalu mencemooh dan mencela saya...? padahal saya tidak mau buah apel ini, karena seluruhnya penuh dengan darah manusia. Maka raja itu minta ma'af dan bertaubat dihadapan Kanjeng Syaikh, selanjutnya raja itu sering ziarah kepada beliau sebagaimana kebanyakan orang dan menjadi sahabatnya sampai meninggal.)

(Adalah Kanjeng Syaikh ra. yang mempunyai derajad tinggi, namanya harum tersebar kemana-mana, beliau mau menghormati kepada fakir miskin, menemani duduk, membersihkan sendiri kutu kutu yang ada dipakaianya. Beliau penah mengatakan : Seorang fakir yang mau sabar lebih utama dari orang kaya yang bersyukur,dan orang fakir yang bersyukur, lebih utama dari keduanya dan orang fakir yang mau bersabar dan bersyukur, lebih utama dari semuanya.)

(Tidak senang dan tidak merasa ni'mat menerima bala', kecuali orang yang tahu kepada Dzat yang menurunkan bala', yaitu Allah SWT. dan adalah Kanjeng Syaikh juga berkata : ikutilah sunnah Rasulullah Saw. dan jangan melakukan bid'ah, berbakti kepada Allah dan RasulNya jangan sampai keluar dari islam, bersabarlah dan jangan menggumam, berharaplah untuk mendapatkan kesejahteraan dan jangan putus asa, berkumpullah dalam majlis Dzikir kepada Allah ta'ala, jangan bercerai berai, bersihkan dirimu dengan bertaubat dari segala dosa dan jangan berlumuran noda dan secara rutin menghadap dipintu Allah untuk mohon ampunan.)

(Kanjeng Syaikh berkata juga : Jika terkena cobaan, jangan menginginkan mendapat keni'matan dan menghindar dari cobaan, karena suatu keni'matan pasti datang juga kepadamu sesuai ketentuan Allah, diharapkan maupuntidak. demikian pula cobaan, suka atau tidak pasti akan menimpanya,maka iyu berserah dirilah segala urusan kepada Allah yang mengatur sesuai dengan kehendaknya. maka bila keni'matan datang kepadamu, maka sibukkanlah dirimu dengan mengingat Allah dan banyak bersyukur, dan bila cobaan yang menimpa maka sibukkanlah dirimu dengan kesabaran dan kesadaran.bila ingin mendapat tempat yang tertingi disisi Allah dan sebagai suatu keni'matan, maka perlu disadari bahwa cobaan yang menimpa orang mukmin bukan sebagai malapetaka, tetapi datang untuk menguji Iman.)

(Kata Kanjeng Syaikh lagi : tidak boleh terjadi didalam majlis untuk menghadap kepada Allah ta'ala, kecuali membersihkan dirinya dari kotoran dan dosa. dan tidak akan dibuka hatinya untuk ma'rifat kepada Allah, kecuali hatinya dikosongkan dari pengakuan mempunyai perilaku baik dan dari perbuatan yang meresahkan. apabila kebiasaan manusia sudah berlumuran dosa dan tidak mau membersihkan, maka Allah ta'ala menurunkan berbagai penyakit lahir ataupun bathin kepada mereka sebagai tebusan dan pembersih dosa-dosanya, agar yang demikian itu sesuai majlis menghadap dan mendekat kepada Allah, baik mereka sadar maupun tidak.)

(Kata Kanjeng Syaikh lagi : Berhati-hatilah kamu... jangan sampai menyakiti seseorang atau membencinya, kecuali sudah memperhatikan perbuatanya dengan berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah Rasul, agar kamu senang,benci tidak sekedar menuruti hawa nafsu.)


"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA-AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHI AUDA'TAHAA LADAIHI."

(ya Allah , Hamparkanlah bau harum keridhoanMu kepada kanjeng Syaikh, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kanjeng Syaikh)

Terjemahan MANAQIB SYAKIH ABDUL QODIR JAILANI ra. BAB.VI
oleh Wiwik Sulistiyowati Said pada 12 Januari 2011 jam 8:11
ASALAMUALAIKUM...

(Adalah Kekaromahan Kanjeng Syaikh Abdul Qodir, pakaiannya tidak pernah dihinggapi lalat, karena mewarisi Eyangnya yaitu Nabi SAW. orang yang melihatnya sempat menanyakan lantaran apa yang menyebabkan..? Maka Kanjeng Syaikh menjawab : Untuk apa lalat hingap pada diriku, yang pada diriku ada tujuan untuk mendapatkan keni'matan dunia dan madunya akhirat, melainkan hanya semata mata ikhlas karena Allah.)

(dari sebagian kekaromahannya, satu ketika beliau duduk mengambil air wudhu kejatuhan kotoran burung emprit, lalu beliau mengangkat kepalanya, maka jatuhlah burung itu dan mati. kemudian beliau melepas pakaiannya untuk dicuci lalu disedekahkan sebagai tebusan burung tadi. dan berkatalah beliau : bila pada saya ada dosa maka itulah tebusannya.)

(Dan dari kekaromahannya lagi, ada seoranag perempuan datang kepada beliau dengan membawa putranyadiserahkan kepada beliau untuk menjadi santrinya dan belajar ilmu suluk. putra tadi diterima, kemudian diperintahkan memerangi nafsunya serta menjalankan ibadah sebagaimana dilakukan oleh ulama-ulama salaf. Suatau hari ibunya sowan kepada Kanjeng syaikh, dilihat anaknya menjadi kurus, si ibu kemudian masuk kedalam kamar kanjeng Syaikh dan melihat didepanya tulang tulang aYam dari sisa daharan Kanjeng Syaikh. maka si ibu kemudian menanyakan arti dari semua itu. Maka Kanjeng Syaikh meletakkan tanganya diatas tulang tadi sambil berkata : Berdirilah atas izin Allah yang menghidupkan tulang-tulang yang hancur, maka berdirilah tulang tulang itu kembali menjadi ayam dan berkokok : "LAA ILAAHAILLALLOOH-MUHAMMADUR RASUULULLOOH-ASY-SYAIKHU"ABDUL QOODIR WALIYYULLOOHI" artinya : Tidak Ada Tuhan melainkan Allah, Muhammad utusan Allah, Syaikh Abdul Qodir kekasih Allah swt. maka beliau berkata kepada si ibu : Kalau anak mu sudah dapat berbuat seperti ini, maka boleh makan sekehendaknya.)

(Dan dari kekaromahannya lagi, pada suatu hari ketika angin sedang berhembus kencang ada seekor burung elang diatas majelis pengajian beliau dengan suara yang keras dan suaranya menggangu orang orang yang hadir dimajelis itu, maka beliau berkata : Wahai angin, potonglah kepala burung itu. maka seketika jatuhlah burung itu dengan keadaan kepala terputus. kemudian beliau turun dari kursinya, mengambil burung tadi mengelus elus dengan membaca : "Bismillaahir rahmaanir rohiim", maka burung itu hidup kembali dan terbang lagi dengan izin Allah ta'ala, akan hal itu disaksikan oleh orang orang yang hadir dimajelis itu.)

Blom selesi, bersambung..
Insya Allahto be continue next time..
^_^











Arman Topan ‎=salut.....Salut....Salut, beliau salah satu sufi idola sy dlm segi ilmu pengetahuan tentang mengatasi mslh kehidupan ini, alhamdulillah sy jg mengkoleksi buku2 beliau. Wslm
07 Januari jam 17:33 melalui Facebook Seluler · Suka
Ahmad Mujib Ana brharap ada trjmhn maulid adz dzibai n maulid albarzanji,krn didlmnya brcerita tntg rosul srta para sahabatnya.ada smcm pncrhn serupa n pnanaman khaliyah srta peyakinan yg sama pd jamaah bhw dg maulid insan bs phm n cinta pd rosul.krn mustahil insan tdk akn bs jwb slrh prtnyaan malaikat pnjg qubur jk insan tdk cinta rosul.lalu bgmn cinta rosul kalo sjarahnya tdk tau krn jrng dikupas.nwnsewu nyai saya tg trjmhn2 maulidnya nyai.sngt prlu trjmhn manaqib tp jg maha pnting trjmhn maulid.agar cinta rosul trpatri tajam di hati insan..nwn
07 Januari jam 17:42 melalui Facebook Seluler · Suka
Wiwik Sulistiyowati Said njeh..insaalloh saya engak janji nanti saya carikan


(Adalah Kanjeng Syaikh ra. telah berkata, bahwa beliau melahirkan rasa syukur atas keni'matan yang diberikan kepadanya, karena firman Allah ta'ala : Dan terhadap ni'mat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut - nyebutNya : Tiada seorang muslim yang melewati pintu madarasahku, melainkan Allah akan meringankan siksa yang menimpa pada hari kiamat. Dan diberitakan bahwa sesungguhnya ada seorang yang menjerit - jerit dalam kuburnya, maka Kanjeng Syaikh mendatangi kubur itu dan berkata : Sesungguhnya orang ini pernah mengunjungi saya sekali, maka semestinya Allah mengasihinya. maka sejak itu tidak lagi terdengar suara menjerit - jerit dari dalam kubur tadi.

Kanjeng Syaikh ra. berkata : Syaikh Husain Al-Halaj pernah terpeleset satu kali dalam menjalnkan kewaliannya, hanya saja waktu itu tidak ada seorangpun yang dapat menolongnya, seandainya saya hidup pada zamannya, pasti saya akan menolongnya, karena saya akan menolong orang - orang yang terpeleset dari sahabat - sahabatku, murid muridku dan orang - orang yang cinta kepadaku sampai hari kiamat, saya gandeng tangannya, baik mereka masih hidup maupun setelah mati.)

(Disebabkan karena kudaku sudah terpasang pelananya dan tombakku sudah tertancapkan dan pedangku sudah terhunus dan anak panahku sudah terpasang busurnya untuk menjaga santriku yang sedang lupa, dan Kanjeng Syaikh ra. berkata lagi : Saya ini ibarat apinya Allah yang telah dinyalakan. Saya ini Waliyullah yang akan merobek setiap orang yang tidak punya sopan santun kepadaku dan saya diberi ilmu bagaikan lautan yang tidak bertepi, saya ini dijaga oleh Allah, saya waliyullah yang diperhatikan. Wahai orang-orang yang berpuasa disiang hari, wahai yang bertahajjud dimalam harinya, wahai orang yang tinggal digunung yang sudah dibinasakan gunung-gunugnya, wahai orang-orang ahli gereja yang sudah dirobohkan gereja-gerejanya, menghadaplah kalian untuk ta'at melaksanakan perintah-perintah Allah, wahai wali rijal, wahai wali abthol, wahai wali athfal, kemarilah kalian kepadaku, ambillah ilmu dari waliyullah yang bagikan lautan yang tiada bertepi.)

(Adalah Kanjeng Syaikh ra. warna kulitnya sawu matang, kedua alisnya bertemu, jenggotnya lebat dan panjang, dadanya bidang, badannya ramping, tingginya sedang, suaranya nyaring, dan merdu, mudah menetes air matanya, sangat takut kepada Allah ta'ala, besar kewibawaannya, do'anya mustajabah, luhur budi pekertinya, keatas maupun kebawah keturunannya baik, paling jauh-jauhnya manusia dari perbuatan jahat, dan sedekat dekatnya manusia kepada perbuatan yang benar, sangat dimurkanya bila mengetahui larangan Allah diterjang,tidak marah karena hanya menuruti hawa nafsunya, tidak mau menolong karena selain Allah, tidak pernah menolak orang minta-minta walaupun salah satu bajunya yang diminta, pertolongan Allah yang menjadi dasar pokok hidupnya.semua thoriqnya dikuatkan oleh Allah, ilmunya menjadi pembersih kotoran, pendekatannya kepada Allah menguatkan kewaliannya, ingat kepada Allah dengan hudlur yang menjadi gudangnya, ma'rifatnya kepada Allah menjadi bentengnya, munajatnya kepada Allah menjadi amal perbuatannya, kewaspadaannya sebagai pengubung dirinya kepada Allah, mesra kepada Allah menjadi kawan berbincangnya, lapang dada menjadi kecintaannya, kebenaran menjadi lambang hidupnya, terbukanya hati menjadi bekalnya, sifat penyantun menjadi wataknya, dzikir kepada Allah menjadi ucapannya, persaksiannya kepada Allah menjadi obat, peraturan agama menjadi jembatannya, semua sifat-sifat ilmu hakikat menjadi kepribadiannya, menyerah dan puas akan ketentuan Allah, dengan menyadari tidak ada daya dan kekuatan kecuali pertolongan dari Allah, thoriqohnya menurut tauhid, meyakinkan ke Esaan Allah, dzikir dengan hati yang hudlur pada waktu bertandang ibadah kepada Allah, beliau adalah seorang yang sangat menyadari akan kejadiannya sebagai hamba Allah, dengan secararutin beribadah kepada Allah, bukan untuk sesuatau dan tidak karena sesuatu, tetapi ibadahnya ikhlas karena sebagai hamba yang setia kepada sifat-sifat kesempurnaan Allah dan beliau adalah hamba Allah yang agung, yang selalu menyatu jiwanya dengan Allah waktu berdzikir dan disertai menepati terhadap hukum-hukum Allah.)

(Keistimewaan-keistimewaan kanjeng Syaikh ra. masih banyak lagi, perilaku utamanya namapak jelas, bahkan lebih terang dari matahari diwaktu duhur. beliau wafat pada hari jum'at tanggal sebelas, Rabi'ul akhir 571 H. umurnya sembilan puluh satu tahun. makamnya dikampung Bebul Aroj, Baghdad dan banyak dikunjungi orang dari berbagai manca negara. Semoga Allah meridhoinya dan memberikan kemanfa'atan kepada kita semua aebab beliau, Allahumma amiin.)

"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA-AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHI AUDA'TAHAA LADAIHI."

(ya Allah , Hamparkanlah bau harum keridhoanMu kepada kanjeng Syaikh, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kanjeng Syaikh)

Enam Pertanyaan Imam al Ghazali

Posted by Unknown On 21.04 | No comments

Abah Yasir ( Pengasuh Jamaah Bolo Manakib )

Suatu hari, Imam al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu beliau bertanya beberapa hal.
Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ? ”
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran :185).
Lalu Imam al Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua, “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini? ”
Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah “MASA LALU.”
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam al Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”.
Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam AL Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU” (QS. Al- a’araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”.
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH” (QS. Al Ahzab:72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”.
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah “MENINGGALKAN SHALAT”. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.
Lantas pertanyaan keenam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”.
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Kamis, 05 Mei 2011

HAKIKOTE URIP

Posted by Unknown On 23.00 | No comments
Mati Selagi Hidup

Abah Yasir ( Pengasuh Jamaah Bolo Manakib )

Hadist Nabi berbunyi :
"Qoblal mautu anta mautu, yang artinya : matikan dirimu sebelum mati yang sesungguhnya"

Pada saat Inisiasi (Ma’rifat) Guru Murshid mengajarkan cara untuk menarik kesadaran sang siswa dari seluruh tubuh, naik ke pusat mata dimana ia dapat berhubungan dengan Nada Illahi, dan panarikan kesadaran ke pusat mata itu sebagai : "Mati selagi hidup”.
Bila saat kematian tiba, jiwa kita menarik diri ke atas, mulai dari telapak kaki sampai ke pusat mata. Setelah itu, barulah ia meninggalkan tubuh .
Bila jiwa sudah dapat menarik diri ke pusat mata, berulah tubuh tidak mempunyai jiwa lagi dan ia mati, melalui proses yang sama, kita harus menarik kesadaran kita ke pusat mata, selagi hidup kita harus mati selagi hidup, kita harus menghampakan tubuh dan membawa aliran jiwa ke suatu titik, nyaitu diantara dan di belakang ke dua mata. Begitulah “Mati selagi hidup”.
Selama kita belum dapat menarik kesadaran kita ke pusat mata dan melekatkannya kepada Roh di dalam, maka kita tidak dapat mati selagi hidup, dan selama kita tidak dapat mati selagi hidup, maka kita tidak dapat memperoleh hidup yang kekal.
Perbedaan paling penting antara kematian biasa dan mati selagi hidup adalah bahwa hubungan jiwa dengan tubuh tidak terputus. Semua organ berfungsi dan jiwa dapat kembali ke dalam tubuh setelah meditasi (Ma’rifat) selesai.
“Alangkah bahagianya, seandainya engkau pada suatu malam dapat membawa jiwamu keluar dari tubuh, dan setelah meninggalkan tubuh ini, naik ke alam – alam luhur jika jiwamu telah meninggalkan tubuh engkau akan selamat dari pedang kematian engkau akan memasuki taman yang tidak mengenal musim gugur”.
Bila perhatian bekerja di bawah mata, kita mati terhadap tuhan, namun bila ia menarik diri dan berkumpul di pusat mata, kita akan hidup terhadap tuhan dan mati terhadap dunia.
Bila mereka melihat Cahaya itu, bila mereka mendengar Nada itu di dalam. Kita ini semua buta, tuli dan lumpuh, secara rohaniah kita ini seperti mati, bila mata rohani terbuka, kita akan sungguh sungguh melihat, mendengar, hidup dan langsung menempuh jalan pulang ke Tuhan.
Sebelum kita memperoleh penghayatan itu, kita tidak melihat Tuhan. Siapakah yang buta. Orang yang tidak dapat melihat sesuatu yang ada di hadapannya. Kita semua tahu bahwa Tuhan bersemayam di dalam diri kita semua, Ia ada di dalam setiap partikel ciptaan, namun kita tidak melihat Dia – di dalam maupun di luar.
Itulah sebabnya para guru menyebut kita buta, bila mata rohani dan telinga rohani terbuka, kita akan melihat Cahaya dan mendengar Nada, nyaitu musik surgawi yang dapat membangkitkan orang mati. Guru berkata :
Lihatlah tanpa mata, dengarlah tanpa telinga, berjalanlah tanpa kaki, bekerjalah tanpa tangan, berbicaralah tanpa lidah. Dengan demikian matilah selagi hidup dan hayatilah sabda Nabi “ Qoblal mautu anta mautu” Setelah itu, barulah Engkau akan bertemu dengan sang Kekasih.
Bila bimbingan seorang Guru, kita ahirnya mencapai tujuan akhir di alam terluhur melalui konsentrasi dengan penuh kasih dan kebaktian dan bersatu dengan tuhan. Kemudian kita akan mati untuk hidup selama - lamanya.
Semua orang Suci menekankan pentingnya untuk menarik kesadaran ke pusat mata dan masuk ke dalam. Mereka semua mengerjakan bahwa meditasi (Ma’rifat) adalah sekedar latihan untuk mati, agar dapat hidup selama-lamanya. Ajaran mereka mengungkapkan hal itu sejalas jelasnya , seperti yang dinyatakan oleh kutipan kutipan berikut ini :
Di dalam Al-Quran dikatakan, “Matilah sebelum saat kematian “
Atau perkatan Bapak ( A. Hada)
“Hari ini Kunjungilah tempat yang akan datang, Rumah setalah kematian”
Atau, dengan perkataan lain :
“Rumah yang ingin kau kunjungi setelah kematian, dapatkan itu dengan jalan mati selagi hidup Selama engkau tidak mati selagi hidup bagai mana engkau dapat memperolah manfa’at yang sejati ? karena itu matilah, tinggalkanlah tubuh.
Wahai manusia engkau telah mati berulang kali
Mengapa engkau ingkar kapada Alloh padahal dulunya kamu mati lalu Alloh menghidupkan kamu kemudian Dia mematikan kamu kemudian menghidupkan kamu kembali, lalu kepadanya kamu di kembalikan.(Al-Baqarah surat 2 Ayat 28)

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya, dan seperti demikianlah kamu akan di keluarkan. (Al-Ruum Surat 30 Ayat 19)
Alloh yang menciptakan kamu, kemudian memberi Rezeki kapada kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu. Adakah dari sesembahan kamu ada yang dapat berbuat sesuatupun dari demikian ? Maha suci Dia dan Maha Tinggi dari apa saja yang mereka sekutukan. (Al-Ruum Surat 30 Ayat 40)
Namun engkau tetap tinggal di belakang tirai Karena cara untuk mati sejati tidak kau pelajari.
Para Suci (Nabi) datang ke dunia ini dengan Rakhmat dan karunia tuhan, mereka tidak datang untuk menjadikannya tempat yang lebih baik maupun memperbaiki nasibnya, melainkan untuk membebaskan kita dari belengu kemelekatan dan memalingkan perhatian kita kepada Tuhan.
Mereka datang untuk membutakan kita terhadap dunia dan memberikan penglihatan untuk menghayati Tuhan.
Jika bukan kerunia-Nya, kita tidak mungkin akan memikirkan tentang perpisahan kita dari Tuhan, dan kita pun tidak akan rindu untuk pulang. Tampa karunia-Nya, kita tidak akan bertemu dengan Guru Murshid dan mengikuti jalan.
Dengan karunia-Nya, kita memperkembangkan kepercayaan kita kepada Guru Murshid. Dengan karunia-Nya kita berusaha untuk berlatih untuk melakukan meditasi (Ma’rifat). Karunia bimbingannya selalu menyertai kita.
Dengan karunia-Nya, kitya dapat memahami identitas Guru Murshid yang sesungguhny, nyaitu firman yang menjadi manusia. Dan dengan karunia-Nya kita dapat pulang ke tingkat Tuhan dan bersatu denganya. Kita benar-benar telah menggenapi tujuan hidup manusia ini.
Kita tidak lagi terpisah dari sumber kita dan pulang ke rumah abadi kita yang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan dan menjadi satu dengan Tuhakita, untuk selama-lamanya. (Innalilahi Wainna ilaihi roji’un)

Manunggaling Kawulo Gusti

Posted by Unknown On 22.57 | No comments
Menyatu dengan Alloh

Dunia telah mengalami kamajuan segala hal, tetapi di bidang kerohanian, manusia tetap bodoh. Mereka menjelajahi sungai, gunung dan lautan, tetapi dirinya tidak. Apakah gunanya ilmu pengetahuan bila menusia tidak mengenal dirinya. ?
“Tujuan dari semua ilmu pengetahuan adalah satu dan hanya sat. Engkau harus tahu siapa dirimu pada hari pengadilan Engkau boleh mengetahui segala sesuatu, tetapi bila engkau tidak mengenal dirimu sendiri, engkau bodoh”.
Manusia itu bodoh karena ia tidak mengenal dirinya sendiri. Manusia boleh menguasai segala sesuatu yang ada di dunia, tetapi bila ia tidak tahu menahu tentang jiwanya, maka seluruh hidupnya sia-sia belaka.
Tujuan hidup manusia adalah untuk bersatu dengan Tuhan dengan jalan mengingat Tuhan, merasa bahagia dengan keadaan itu dan mengasihi Dia beserta ciptaan-Nya.
Tetapi, dengan memalingkan mukanya dari Tuhan, manusia menjadi hampa-kasih dan menjadi musuh sesamanya.
Manusia yang sayoganya menjadi pecinta atau bakti Tuhan kemudian menjadi pengayom dari kepercayaan palsu dan bersifat keduniawian. Bahkan keduniawian berarti memalingkan diri dari Tuhan dan mencintai serta mendengarkan yang lain ?
“ketahuilah apa artinya keduniawian” yaitu memutuskan hubungan dengan Tuhan, memikirkan tentang segala sesuatu kecuali kasih akan Dia dan mendengarkan akan hal- hal lain kecuali pujian bagi Dia”
semua agama mengkhotbahkan kebenaran etika dan kerohanian yang sama untuk umat manusia. Ajaran pokoknya adalah bahwa manusia harus berkelakuan baik, percaya kepada Tuhan dan berhubungan denga Dia.
Tetapi mereka tidak memberi tahu bagaimana para guru Agama itu telah mencapai puncak kerohanian dan bagaimana kita dapat mencapainya, Mereka menekankan pentingnya untuk mancapai kitab-kitab suci, tetapi mereka tidak menerangkan bagaimana kita juga dapat mengalami semua hal yang diuraikan dalam kitab suci itu serta mereka tidak membawa kita ke kapal itu.
Dalam dunia seperti itu, para suci menunjukan Rahasianya dan memberitahukan jalan yang mudah untuk mencapai kenyataan yang terdapat dalam diri setiap umat manusia.
Mereka mengatakan, jalan itu telah diciptakan oleh Tuhan dan telah ada sejak permulaan ciptaan. Itu bukan buatan manusia
Para suci mengatakan bahwa Tuhan memang ada dan bahwa semua agama berusaha untuk menyatukan diri dengan Dia. Jalan penyatuan diri dengan Tuhan itu di sebut Agama “Religion” (Agama) berasal dari kata `religare` yang berarti ‘menyatukan’ atau ‘mengikat’. Tujuannya yang sejati sudah terkandung dalam makna kata itu sendiri.
Tuhan merupakan lautan kehampaan yang tak terbatas, tak terhingga dan maha tembus. Selama pikiran kita tidak sama sekali diam, jiwa tidak dapat menghayati kesunyian yang memancarkan Suara sunyi atau sabda. Dan dengan menghubungi sabda itu, jiwa kita akan menyatu dengan kesunyian itu. Begitulah rahasiah kesunyian.
Namun demikian akal budi tidak dapat memahami hal-hal yang kekal abadi. Itu hanya dapat di pahami oleh jiwa dan hanya dapat dilihat dengan cara masuk ke dalam. Kita tidak dapat membayangkan Tuhan, kerena Ia berada di luar jangkauan pikiran dan akal budi..
Bagaimanakah kita dapat menyatu dengan Tuhan (Alloh) ? Tuhan yang tidak terbatas, yang melampaui semua ini, yang terbesar dari segala yang besar, mengambil wujud yang terkecil diantara segala yang terkecil, dan menempatkan dirinya dalam hati manusia. Kebenaran ini menakjubkan karena Tuhan yang Maha Besar tak terhingga dan Maha Kuasa, membiarkan Dirinya terkurung dalam hati manusia.
Jika kekuasaanmu sebagai manusia disatukan dengan kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas, engkau jadi maha besar dan maha kuasa, engkau menunggal dengan Tuhan.
Proses yang menyatukan Tuhan dengan dirimu di sebut Bakti, jalan pengabdian .
Bila engkau dekat dengan Tuhan dan bila engkau disayang Tuhan , engkau akan memperoleh kasih-Nya, dan segera semua sifat burukmu akan lenyap dan diganti dengan sikap sifat-sifat yang baik yang merupakan
Kembangkanlah kasihmu sehingga engkau selalu makin dekat dengan Tuhan dan makin di cintai Tuhan.
Cara termudah untuk mendekatkan diri pada Tuhan ialah dengan mengingat Dia pada waktu melihat, mengatakan, dan malakukan apapun saja.
Hanya melalui pengabdian sepenuh hati, engkau dapat memahami Aku, engkau dapat melihat Aku yang sesungguhnya, dan engkau dapat masuk ke dalam Aku serta manunggal dengan Aku (Tuhan).
Menurut Al-Quran : dan kami (Alloh) lebih dekat kepadanya dari pada Urat leher nya : Q.S Qaat (50 ayat 16)
Dan dialah (Alloh) bersama kamu di mana saja kamu berada. (Q.S Al-Hadiid (57 ayat 4)
barang siapa yang menharapkan untuk menemui Alloh, maka janji Alloh akan datang, Dia Maha mendengar dan Maha Mengetahui. Al-Ankabut (29 ayat 5)
hai manusia, sesungguhnya kamu harus mengusahakan diri dengan ketekunan yang setekun- tekunya sehingga sampai kepada Tuhanmu lalu kamu menemui-Nya. (Q.S Al-Insyiqaaq (84 ayat 6).

Abah Yasir { Pengasuh Jamaah Bolo Manakib }

Para ulama dan syaikh memuji dan mengagungkannya serta sangat menjaga sopan santun ketika berada di majlisnya.
Murid Syaikh Abdul Qadir tidak terhitung banyaknya, mereka adalah orang-orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat. Tidak seorangpun dari mereka yang meninggal dunia kecuali dalam keadaan bertobat dan 7 generasi dari murid pertamanya masuk surga.
Syaikh Ali Ghartsani meriwayatkan bahwa Syaikh Abdul Qadir berkata, “Aku bertanya kepada malaikat penjaga neraka,’ Apakah ada sahabatku (murid) di dalam neraka ?’. Tidak seorangpun, ’ jawab sang malaikat. Demi keagungan Allah, hubunganku dengan para muridku bagaikan langit dan bumi. Jika para muridku tidak bagus, maka aku bagus. Demi keagungan Allah, aku tidak akan mengangkat kakiku dari hadapan Allah di hari kiyamat, hingga dia memasukkan aku dan para muridku ke surga”.


“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang menyebut namamu namun tidak mengambil bai’at darimu. Apakah dia termasuk muridmu ?” Tanya seseorang kepada beliau. Beliau ,menjawab, “Siapapun yang menyebut namaku atau menisbatkan sesuatu kepadaku maka Allah akan mengkatagorikannya sebagai muridku, walaupun penyebutan dan penisbatan tersebut dilakukan dengan kebencian”.


“Orang Muslim yang lewat di depan pintu madrasahku akan diringankan Allah Azab hari akhir”, demikian yang dikatakan Syaikh Abdul Qadir. Kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau dan berkata, “Tuanku, tadi malam aku bertemu dengan ayahku yang sudah meninggal dalam mimpi dan ia berkata kepadaku bahwa dia di azab di dalam kuburnya. Dia memintaku untuk menemui anda dan memintakan do’a untuknya”.


“Pernahkah ayahmu lewat di depan pintu madrasahku ?” Tanya sang Syiakh.


“pernah” jawabnya.


Beberapa hari kemudian , pria tersebut kembali menghadap sang Syaikh dan berkata,”Tuanku, tadi malam aku bermimpi bertemu dengan ayahku. Kali ini ia tertawa, memakai pakaian berwarna hijau dan berkata kepadaku, ‘Azab kuburku telah diangkat berkat berkah Syaikh Abdul Qadir. Karena itu hendaknya engkau selalu mengikutinya “. Mendengar penuturan tersebut Syaikh Abdul Qadir berkata ,” Allah telah memberikan janjinya kepadaku untuk meringankan azab setiap muuslim yang lewat di depan pintu madrasahku”.


Dalam suatu riwayat, beliau ra mendengar suara teriakan dari dalam sebuah kubur di pekuburan Bab Al-Azaj. Beliau berkata kepada si mayit , “Apakah engkau pernah berbai’at kepadaku.”tidak” jawabnya. “Apakah engkau pernah menjadi makmumku ?”Tanya beliau. “Tidak” jawabnya. Beliau berkata “orang-orang yang berlebih-lebihan memang pantas mendapatkan kerugian “. Setelah itu beliau menundukkan kepalanya sejanak lalu dengan pancaran karisma yang luar biasa beliau mengangkat kepala seraya berkata, “Malaikat as. Berkata kepadaku bahawa dia melihat wajahmu dan berbaik sangka kepadamu dan dengan berkahmu , Allah merahmatinya”. Setelah itu beliau tidak lagi mendengar pekikan dari kubur tersebut.


Syaikh Abu Najib Abdul Qahir As-Sahrawardi bercerita bahwa pada setiap malam selalu terdengar suara dengungan seperti dengungan lebah dari Syaikh Hammad Ad-Dabbas. Peristiwa tersebut diadukan oleh salah seorang muridnya kepada Syaikh Abdul Qadir dan meminta beliau untuk menanyakan hal tersebut kepada Syaikh Hammad (saat beliau masih berguru kepada Syaikh Hammad, tahun 508 H). Ketika Syaikh Abdul Qadir menanyakan hal tersebut kepada Syaikh Hammad, beliau menjawab “Aku memiliku 12.000 murid dan setiap malam aku menyebut nama mereka satu persatu. Aku memohonkan kepada Allah hajat mereka dan agar mereka tidak melaksanakan maksiyat yang direncanakannya serta karena takutnya lalu bertobat kepada Allah”.


Mendengar jawaban itu Syaikh Abdul Qadir berkata, “Andai saja Allah menganugerahkan kepadaku kedudukan di sisiNya aku akan meminta Allah bersumpah agar semua muridku hingga hari kiyamat meninggal dalam keadaan bertobat dengan aku sebagai jaminan mereka”. Syaikh Hammad berkata,”Aku bersaksi bahwa Allah memberikan apa yang dia minta dan membentangkan bayang ke-Agungan-Nya kepada mereka semua”.


Syaikh Abdullah Al-Jaba’I meriwayatkan salah seorang murid Syaikh Abdul Qadir yang bernama Umar Al Halawi pergi selama bertahun-tahun. Ketika pulang beliau menanyakan kemana kepergiannya selama ini. Umar Al-Halawi berkata kepada Syaikh Abdullah Ad-Dabbas, Aku mengelilingi Mesir hngga Maghrib dan aku berjumpa dengan 360 Wali Allah, mereka semua berkata “Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani adalah Syaikh dan pemimpin kami”.


Abu Najjar pada Bab pertama kitab Tarikhnya menyatakan bahwa dia pernah membeca dalam tarikh karangan Abi Suja’ Adz-Dzahabi per-tahun 526 H. dinyatakan bahwa pada saat itu tembok Baghdad mulai dibangun dan tidak ada seorangpun orang alim yang tidak turut serta dalam pembangunan tersebut beserta jama’ahnya. Suatu waktu Adz-Dzahabi melihat seorang wakil Bab Al-Azj, murid Syaikh Abdul Qadir, membawa batu di kepalanya sambil menaiki sapi. Menurut saya (penulis) kisah ini menggambarkan Syaikh Abdul Qadir menduduki posisi tertinggi di Baghdad pada saat itu.


Suatu ketika Syaikh Abdul Qadir menghadap Syaikh Hammad Ad-Dabbas lalu kemudian pergi. Sepeninggalnya, Syaikh Hammad berkata,”Pada waktunya nanti, kaki orang asing ini (Syaikh Abdul Qadir) akan berada di punggung setiap Wali dan dia akan diperintah oleh Allah untuk mengatakan ‘kedua kakiku ini ada di punggung setiap wali’” dan hal tersebut benar-benar terjadi pada waktunya.


Syaikh Hammad Ad-Dabbas bercerita tentang Syaikh Abdul QAdir saat beliau masih menjadi pemuda. Beliau berkata, “Aku melihat ada 2 alam di atas kepalanya, mulai dari alam bawah sampai alam malakut. Aku juga mendengar ada derapan langkah di langit yang mengikutinya”.


Syaikh Mahmud An-Na’al meriwayatkan bahwa ayahnya bercerita,”Saat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani muda datang kepada Syaikh Hammad Ad-Dabbas, aku sedang berada di sana. Syaikh Hammad bangkit dari duduknya dan berkata, “Selamt datang wahai gunung kokoh dan tinggi” lalu mendudukkan Syaikh Abdul Qadir di sisinya. Kemudian beliau bertanya kepada Syaikh Abdul Qadir ,’apa perbedaan antara hadis dan kalam’. ‘hadits’ jaawab beliau ‘keluar sebagi jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan kepadamu. Sedangkan kalam bersumber dari keinginan yang kuat dalam hati untuk menyampaikan sesuatu’.


Mendengar jawaban tersebut Syaikh Hammad berkata, “engkaulah Sayyid Al-Arifiin (pemimpin golongan arif) masamu. Panji-panjimu akan berkibar dari timur ke barat, punggung orang-orang masamu akan membungkuk di hadapanmu, derajatmu akan ditinggikan dan para sahabatmu’.


Abu Najib AS-Suhrawardi meriwayatkan bahwa beliau sedang bersama Syaikh Hammad Ad-Dabbas ketika Syaikh Abdul Qadir mengatakan perkataan yang luar biasa. Hal ini terjadi pada tahun 523 H. mendengar ucapan tersebut Syaikh Hammad berkata kepada beliau “Abdul Qadir, engkau telah berbicara, tidakkah engkau takut Allah akan menurunkan makarNya kepadamu.”


Syaikh Abdul Qadir menjawab pertanyaan tersebut dengan meletakkan telapak tangannya ke dada Syaikh Hammad dan berkata “lihat apa yang tertulis di telapak tanganku dengan mata hati anda”. Setelah hening sejenak Syaikh Abdul Qadir mengangkat telapak tangannya dan Syaikh Hammad berkata,”Aku baca di telapak tangannya bahwa dia telah mengambil 70 janji Allah dan salah satunya adalah dia (Syaikh Abdul Qadir) tidak (dijaga) dari melakukan makar terhadap Allah. Teruskan, hal tersebut adalah kemurahan Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah maha Pemurah”.


Syaikh Abu Su’ud Abdullah, Muhammad Al-Awwani dan Umar AL-Bazzaz bersaksi bahwa dengan menjadikan dirinya sebagai jaminan Syaikh Abdul Qadir menyatakan semua muridnya meninggal dalam keadaan bertobat dan 7 generasi murid beliaiu dijamun masuk surga. Berkenaan dengan hal ini berliau berkata, “Aku yang menanggung muridku dan muridnya muridku hingga 7 generasi. Jika ada diantara muuridku yang akan dibukakan auratnya dan kami berada di ujung jarak yang terpisah dia yang di timur dan aku yang di barat, maka aku akan menutupi auratnya. Allah telah memerintahkan kepadaku unutk tidak menampakkan kesedihan di depan para sahabat. Aku adalah keberuntungan bagi mereka yang pernah melihatku dan aku juga adalah kerugian yang tidak pernah melihatku “’


Syaikh Ali Al-Qurasyi meriiwayatkan bahawa Syaikh Abdul Qadir pernah berkata, “Diberikan kepadaku sebuah catatan berisi nama para sahabat dan nama para muridku hingga hari kiyamat emudian ada suara yang berkata kepadaku,’Aku berikan mereka kepadamu ;”.
RIYADLOH  MANAKIB  MALAM JUM’AT KLIWON

Oleh : Hamba Alloh

            Malam Jum’ah kliwon kemarin tepatnya tanggal 21 April 2011 pelaksanaa Riyadhloh Manakib yg dilaksanakan rutin di Mushola At Taqwa  Barat Pasar Gondang yang di hadiri sekitar 600 jamaah benar-benar sangat istimewa bagi saya, karena setelah pelaksanaan riyadloh manakib hatiku terasa tenang dan aku seolah olah telah menemukan jawaban terhadap semua problem yang aku alami selama ini Subhanalloh.
            Acara yang dibuka oleh seorang MC yaitu Bapak Sumijan dan setelah itu dilanjutkan sambutan dari ketua jamaah bolo manakib Bapak Drs.Sukarno MM , setelah bapak sukarno menyampaikan sambutanya terus dilanjut sambutan dari KAPOLSEK GONDANG yang dalam sambutannya  memberikan dukungan yang besar atas adanya jamaah bolo manakib trsb. Setelah itu sambutan dilanjutkan sambutan dari Ketua Jamaah Manakib dari desa Sugihwaras kec. Ngluyu Nganjuk  Bapak Kyai Miftahuddin , beliau menyampaikan beberapa bukti kasiat dan manfaat Manakib yg telah beliau amalkan  dan masya Alloh saya merasa begitu besar barokah yang diberikan Alloh bagi para pengamal Manakib. 
            Setelah sambutan semua selesai tibalah acara inti yang dimulai dengan mukoddimah Manakib yg di sampaikan beliau Pengasuh Jamaah Bolo Manakib Gondang Abah Yasir , beliau menyampaikan  beberapa anugrah Alloh yang diberikan kepada seluruh jamaah bolo manakib sampai sampai beliau menangis terharu atas semua kemujaraban manakib yang di alami seluruh jamaah manakib. Begitu saya melihat beliau Abah Yasir menangis sampai sesenggukan , saya juga tanpa terasa air mataku menetes tanpa kuat aku membendungnya dan saya merasa merasa seolah olah saat itu Alloh memberikan semua ni’matnya di turunkan  ditengah tengah jamaah  Bolo Manakib , Masya Alloh Subhanalloh. “ Ya Alloh ………mugi panjenengan paringi sedoyo jamaah bolo manakib  meniko karohmatan lan karidhonan panjengan ….Amin “, itulah doa yang sering di ucapkan belia Abah Yasir kepada para jamaahnya..
            Pelaksanaan manakib akhirnya ditutup lantuna syiiran oleh Ustadz Samsul dari Pamekasan Madura dan saya hanya bisa berdoa semoga aku bisa menghadiri setiap pelaksanaan riyadloh manakib yang di asuh beliau Abah Yasir ,yang telah aku rasakan keajaiban keajaibanya. Amin Ya Rabbal Alamin.


Rabu, 04 Mei 2011

Pengasuh Jamaah BOLO MANAKIB Abah Yasir
Mursyid-Mursyid beliau, jika saya tidak salah menuliskan dan tidak terlupa atau khilaf dan menimbulkan keAlpaan, saya secara langsung meminta ma'af kepada para Mursyid yg tidak tersebut namanya :

Nabi Khidhir As.
Syekh Abdullah Sum'i Ra
Beliau adalah kakek dari Syekh Abdul Qadir al Jilani Ra. karena setelah Ayah beliau meninggal, tanggung jawab diambil alih oleh kakek syekh Abdul Qadir al Jilani

Dalam bidang keilmuan Qiraat, Tafsir, Hadist, Fikih, Syariat dann Tarekat
- Syekh Abul Wafa' 'Ali bin 'Aqil
- Syekh Abu Sa'id bin Abdul Karim
- Syekh Abul Ana'im Muhammad bin Ali bin Muhammad
- Syekh Abu Sa'id bin Mubarak al-Makhzumi Ra.
- Syekh Abul Khair Hammad bin Muslim ad-Dabbas Ra

Dibidang Adab:
- Allamah Abu Zakariya at-Tabrizi Ra.

Dibidang Fikih dan Ushul Fikih:
- Syekh Abul Wafa' bin Aqil al-Hanbali
- Abul Hasan Muhammad bin Qadhi Abul Ula
- Syekh Abul Khatab Mahfuzh al-Hanbali
- Qadhi Abu Sa'id al-Mubarak bin Ali al-Makhzumi al-Hanbali Ra.

Dibidang Hadis :
- Sayyid Abul Barakat Thalhah al-aquli
- Abul Ana'im Muhammad bin Ali bin Maimun al-Farsi
- Abu Uthman Ismail bin Muhammad al-Ishbihani
- Abu Ghalib Muhammad bin Hasan al-Baqillani
- Abu Muhammad Ja'far bin Ahmad bin al-Husaini
- Sayyid Muhammad Mukthtar al-Hasyimi
- Sayyid Abu Manshur Abdur Rahman al-Qa'az
- Abul Qasim Ali bin Ahmad Ban'an al-Karghi

demikian InsyaAlLah tidak terjadi kesalahan dalam menulis dan kekurangan dalam menyebutkan..

[sumber al-Ghauts al-A'zham Sulthan al-Auliya Sayyid Syekh Muhyi ad-Din 'Abdul Qadir al-Jilani al-Hasan al-Husaini Ra. oleh Maulana Muhammad Aftsab Cassim Razvi dan al-Ghauts al-A'zham Muhyi ad-Din Sayyid Syekh 'Abdul Qadir al-Jilan

Blogroll

Blogger templates

About