ASSALAMU`ALAIKUM DI BLOG KAMI "BOLO MANAKIB" GONDANG-NGANJUK SEMOGA DAPAT DIAMBIL HIKMAHNYA, BERMANFAAT DAN MEMBAWA BERKAH. AMIIN...

Kamis, 05 Mei 2011

RIYADLOH  MANAKIB  MALAM JUM’AT KLIWON

Oleh : Hamba Alloh

            Malam Jum’ah kliwon kemarin tepatnya tanggal 21 April 2011 pelaksanaa Riyadhloh Manakib yg dilaksanakan rutin di Mushola At Taqwa  Barat Pasar Gondang yang di hadiri sekitar 600 jamaah benar-benar sangat istimewa bagi saya, karena setelah pelaksanaan riyadloh manakib hatiku terasa tenang dan aku seolah olah telah menemukan jawaban terhadap semua problem yang aku alami selama ini Subhanalloh.
            Acara yang dibuka oleh seorang MC yaitu Bapak Sumijan dan setelah itu dilanjutkan sambutan dari ketua jamaah bolo manakib Bapak Drs.Sukarno MM , setelah bapak sukarno menyampaikan sambutanya terus dilanjut sambutan dari KAPOLSEK GONDANG yang dalam sambutannya  memberikan dukungan yang besar atas adanya jamaah bolo manakib trsb. Setelah itu sambutan dilanjutkan sambutan dari Ketua Jamaah Manakib dari desa Sugihwaras kec. Ngluyu Nganjuk  Bapak Kyai Miftahuddin , beliau menyampaikan beberapa bukti kasiat dan manfaat Manakib yg telah beliau amalkan  dan masya Alloh saya merasa begitu besar barokah yang diberikan Alloh bagi para pengamal Manakib. 
            Setelah sambutan semua selesai tibalah acara inti yang dimulai dengan mukoddimah Manakib yg di sampaikan beliau Pengasuh Jamaah Bolo Manakib Gondang Abah Yasir , beliau menyampaikan  beberapa anugrah Alloh yang diberikan kepada seluruh jamaah bolo manakib sampai sampai beliau menangis terharu atas semua kemujaraban manakib yang di alami seluruh jamaah manakib. Begitu saya melihat beliau Abah Yasir menangis sampai sesenggukan , saya juga tanpa terasa air mataku menetes tanpa kuat aku membendungnya dan saya merasa merasa seolah olah saat itu Alloh memberikan semua ni’matnya di turunkan  ditengah tengah jamaah  Bolo Manakib , Masya Alloh Subhanalloh. “ Ya Alloh ………mugi panjenengan paringi sedoyo jamaah bolo manakib  meniko karohmatan lan karidhonan panjengan ….Amin “, itulah doa yang sering di ucapkan belia Abah Yasir kepada para jamaahnya..
            Pelaksanaan manakib akhirnya ditutup lantuna syiiran oleh Ustadz Samsul dari Pamekasan Madura dan saya hanya bisa berdoa semoga aku bisa menghadiri setiap pelaksanaan riyadloh manakib yang di asuh beliau Abah Yasir ,yang telah aku rasakan keajaiban keajaibanya. Amin Ya Rabbal Alamin.


Rabu, 04 Mei 2011

Pengasuh Jamaah BOLO MANAKIB Abah Yasir
Mursyid-Mursyid beliau, jika saya tidak salah menuliskan dan tidak terlupa atau khilaf dan menimbulkan keAlpaan, saya secara langsung meminta ma'af kepada para Mursyid yg tidak tersebut namanya :

Nabi Khidhir As.
Syekh Abdullah Sum'i Ra
Beliau adalah kakek dari Syekh Abdul Qadir al Jilani Ra. karena setelah Ayah beliau meninggal, tanggung jawab diambil alih oleh kakek syekh Abdul Qadir al Jilani

Dalam bidang keilmuan Qiraat, Tafsir, Hadist, Fikih, Syariat dann Tarekat
- Syekh Abul Wafa' 'Ali bin 'Aqil
- Syekh Abu Sa'id bin Abdul Karim
- Syekh Abul Ana'im Muhammad bin Ali bin Muhammad
- Syekh Abu Sa'id bin Mubarak al-Makhzumi Ra.
- Syekh Abul Khair Hammad bin Muslim ad-Dabbas Ra

Dibidang Adab:
- Allamah Abu Zakariya at-Tabrizi Ra.

Dibidang Fikih dan Ushul Fikih:
- Syekh Abul Wafa' bin Aqil al-Hanbali
- Abul Hasan Muhammad bin Qadhi Abul Ula
- Syekh Abul Khatab Mahfuzh al-Hanbali
- Qadhi Abu Sa'id al-Mubarak bin Ali al-Makhzumi al-Hanbali Ra.

Dibidang Hadis :
- Sayyid Abul Barakat Thalhah al-aquli
- Abul Ana'im Muhammad bin Ali bin Maimun al-Farsi
- Abu Uthman Ismail bin Muhammad al-Ishbihani
- Abu Ghalib Muhammad bin Hasan al-Baqillani
- Abu Muhammad Ja'far bin Ahmad bin al-Husaini
- Sayyid Muhammad Mukthtar al-Hasyimi
- Sayyid Abu Manshur Abdur Rahman al-Qa'az
- Abul Qasim Ali bin Ahmad Ban'an al-Karghi

demikian InsyaAlLah tidak terjadi kesalahan dalam menulis dan kekurangan dalam menyebutkan..

[sumber al-Ghauts al-A'zham Sulthan al-Auliya Sayyid Syekh Muhyi ad-Din 'Abdul Qadir al-Jilani al-Hasan al-Husaini Ra. oleh Maulana Muhammad Aftsab Cassim Razvi dan al-Ghauts al-A'zham Muhyi ad-Din Sayyid Syekh 'Abdul Qadir al-Jilan

KAROMAH SYEIKH ABDUL QODIR JAILANI

Posted by Unknown On 03.27 | No comments
KAROMAH SYAIKH ABDUL QODIR AL JAELANI

Abah YasirJumlah karomah yang dimiliki oleh asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani banyak sekali:
Syaikh Abil AbbasAhmad ibn Muhammadd ibn Ahmad al-Urasyi al-Jily:
Pada suatu hari, aku telah menghadiri majlis asy-Sayikh Abdul Qodir al-Jilani berserta murid-muridnya yang lain. Tiba-tiba, muncul seekor ular besar di pangkuan asy-Syaikh. Maka orang ramai yang hadir di majlis itu pun berlari tunggang langgang, ketakutan. Tetapi asy-Syaikh al-Jilani hanya duduk dengan tenang saja. Kemudian ular itu pun masuk ke dalam baju asy-Syaikh dan telah merayap-rayap di badannya. Setelah itu, ular itu telah naik pula ke lehernya. Namun, asy-Syaikh masih tetap tenang dan tidak berubah keadaan duduknya.

Setelah beberapa waktu berlalu, turunlah ular itu dari badan asy-Syaikh dan ia telah seperti bicara dengan asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani . Setelah itu, ular itu pun ghaib.

Kami pun bertanya kepada asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani tentang apa yang telah dipertuturkan oleh ular itu. Menurut beliau ular itu telah berkata bahwa dia telah menguji wali-wali Allah yang lain, tetapi dia tidak pernah bertemu dengan seorang pun yang setenang dan sehebat asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani .

Pada suatu hari, ketika asy-Syaikh sedang mengajar murid-muridnya di dalam sebuah majlis, seekor burung telah terbang di udara di atas majlis itu sambil mengeluarkan satu bunyi yang telah mengganggu majlis itu. Maka asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani pun berkata, “Wahai angin, ambil kepala burung itu.” Seketika itu juga, burung itu telah jatuh ke atas majlis itu, dalam keadaan kepalanya telah terputus dari badannya.

Setelah melihat keadaan burung itu, asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani pun turun dari kursi tingginya dan mengambil badan burung itu, lalu disambungkan kepala burung itu ke badannya. Kemudian asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani telah berkata, “Bismillaahirrahmaanirrahim.” Dengan serta-merta burung itu telah hidup kembali dan terus terbang dari tangan asy-Syaikh.
Maka takjublah para hadirin di majlis itu karena melihat kebesaran Allah yang telah ditunjukkanNya melalui tangan asy-Syaikh.

Telah diceritakan di dalam sebuah riwayat:
Pada suatu hari, di dalam tahun 537 Hijrah, seorang lelaki dari kota Baghdad (dikatakan oleh sesetengah perawi bahawa lelaki itu bernama Abu Sa‘id ‘Abdullah ibn Ahmad ibn ‘Ali ibn Muhammad al-Baghdadi) telah datang bertemu dengan asy-Syaikh Jilani, berkata, bahwa dia mempunyai seorang anak dara cantik berumur enam belas tahun bernama Fatimah. Anak daranya itu telah diculik (diterbangkan) dari atas anjung rumahnya oleh seorang jin.
Maka asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani pun menyuruh lelaki itu pergi pada malam hari itu, ke suatu tempat bekas rumah roboh, di satu kawasan lama di kota Baghdad bernama al-Karkh.

“Carilah bonggol yang kelima, dan duduklah di situ. Kemudian, gariskan satu bulatan sekelilingmu di atas tanah. Kala engkau membuat garisan, ucapkanlah “Bismillah, dan di atas niat asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani ” Apabila malam telah gelap, engkau akan didatangi oleh beberapa kumpulan jin, dengan berbagai-bagai rupa dan bentuk. Janganlah engkau takut. Apabila waktu hampir terbit fajar, akan datang pula raja jin dengan segala angkatannya yang besar. Dia akan bertanya hajatmu. Katakan kepadanya yang aku telah menyuruh engkau datang bertemu dengannya. Kemudian ceritakanlah kepadanya tentang kejadian yang telah menimpa anak perempuanmu itu.”

Lelaki itu pun pergi ke tempat itu dan melaksanakan arahan asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani itu. Beberapa waktu kemudian, datanglah jin-jin yang cuba menakut-nakutkan lelaki itu, tetapi jin-jin itu tidak berkuasa untuk melintasi garis bulatan itu. Jin-jin itu telah datang bergilir-gilir, yakni satu kumpulan selepas satu kumpulan. Dan akhirnya, datanglah raja jin yang sedang menunggang seekor kuda dan telah disertai oleh satu angkatan yang besar dan hebat rupanya.

Raja jin itu telah memberhentikan kudanya di luar garis bulatan itu dan telah bertanya kepada lelaki itu, “Wahai manusia, apakah hajatmu?”
Lelaki itu telah menjawab, “Aku telah disuruh oleh asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani untuk bertemu denganmu.”

Begitu mendengar nama asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani diucapkan oleh lelaki itu, raja jin itu telah turun dari kudanya dan terus mengucup bumi. Kemudian raja jin itu telah duduk di atas bumi, disertai dengan seluruh anggota rombongannya. Sesudah itu, raja jin itu telah bertanyakan masalah lelaki itu. Lelaki itu pun menceritakan kisah anak daranya yang telah diculik oleh seorang jin. Setelah mendengar cerita lelaki itu, raja jin itu pun memerintahkan agar dicari si jin yang bersalah itu. Beberapa waktu kemudian, telah dibawa ke hadapan raja jin itu, seorang jin lelaki dari negara Cina bersama-sama dengan anak dara manusia yang telah diculiknya.

Raja jin itu telah bertanya, “Kenapakah engkau sambar anak dara manusia ini? Tidakkah engkau tahu yang dia ini berada di bawah naungan al-Quthb ?”
Jin lelaki dari negara Cina itu telah mengatakan yang dia telah jatuh berahi dengan anak dara manusia itu. Raja jin itu pula telah memerintahkan agar dipulangkan perawan itu kepada bapanya, dan jin dari negara Cina itu pula telah dikenakan hukuman pancung kepala.
Lelaki itu pun mengatakan rasa takjubnya dengan segala perbuatan raja jin itu, yang sangat patuh kepada asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani.

Raja jin itu berkata pula, “Sudah tentu, karena asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani boleh melihat dari rumahnya semua kelakuan jin-jin yang jahat. Dan mereka semua sedang berada di sejauh-jauh tempat di atas bumi, karena telah lari dari sebab kehebatannya. Allah Ta’ala telah menjadikan asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani bukan saja al-Qutb bagi umat manusia, bahkan juga ke atas seluruh bangsa jin.”

Telah bercerita asy-Syaikh Abi ‘Umar ‘Uthman dan asy-Syaikh Abu Muhammad ‘Abdul Haqq al-Huraimy:
Pada 3 hari bulan Safar, kami berada di sisi asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani Pada waktu itu, asy-Syaikh sedang mengambil wudu dan memakai sepasang terompah. Setelah selesai menunaikan solat dua rakaat, dia telah bertempik dengan tiba-tiba, dan telah melemparkan salah satu dari terompah-terompah itu dengan sekuat tenaga sampai tak nampak lagi oleh mata. Selepas itu, dia telah bertempik sekali lagi, lalu melemparkan terompah yang satu lagi. Kami yang berada di situ, telah melihat dengan ketakjubannya, tetapi tidak ada seorang pun yang telah berani menanyakan maksud semua itu.

Dua puluh tiga hari kemudian, sebuah kafilah telah datang untuk menziarahi asy-Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilany. Mereka (yakni para anggota kafilah itu) telah membawa hadiah-hadiah untuknya, termasuk baju, emas dan perak. Dan yang anehnya, termasuk juga sepasang terompah. Apabila kami amat-amati, kami lihat terompah-terompah itu adalah terompah-terompah yang pernah dipakai oleh asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani pada satu masa dahulu. Kami pun bertanya kepada ahli-ahli kafilah itu, dari manakah datangnya sepasang terompah itu. Inilah cerita mereka:
Pada 3 haribulan Safar yang lalu, ketika kami sedang di dalam satu perjalanan, kami telah diserang oleh satu kumpulan perompak. Mereka telah merampas kesemua barang-barang kami dan telah membawa barang-barang yang mereka rampas itu ke satu lembah untuk dibagi-bagikan di antara mereka.

Kami pun berbincang sesama sendiri dan telah mencapai satu keputusan. Kami lalu menyeru asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani agar menolong kami. Kami juga telah bernazar apabila kami sudah selamat, kami akan memberinya beberapa hadiah.

Tiba-tiba, kami terdengar satu jeritan yang amat kuat, sehingga menggegarkan lembah itu dan kami lihat di udara ada satu benda yang sedang melayang dengan sangat laju sekali. Beberapa waktu kemudian, terdengar satu lagi bunyi yang sama dan kami lihat satu lagi benda seumpama tadi yang sedang melayang ke arah yang sama.

Selepas itu, kami telah melihat perompak-perompak itu berlari lintang-pukang dari tempat mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan itu dan telah meminta kami mengambil balik harta kami, karena mereka telah ditimpa satu kecelakaan. Kami pun pergi ke tempat itu. Kami lihat kedua orang pemimpin perompak itu telah mati. Di sisi mereka pula, ada sepasang terompah. Inilah terompah-terompah itu.

Telah bercerita asy-Syaikh Abduh Hamad ibn Hammam:
Pada mulanya aku memang tidak suka kepada asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani. Walaupun aku merupakan seorang saudagar yang paling kaya di kota Baghdad waktu itu, aku tidak pernah merasa tenteram ataupun berpuas hati.
Pada suatu hari, aku telah pergi menunaikan solat Jum’at. Ketika itu, aku tidak mempercayai tentang cerita-cerita karomah yang dikaitkan pada asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani. Sesampainya aku di masjid itu, aku dapati beliau telah ramai dengan jamaah. Aku mencari tempat yang tidak terlalu ramai, dan kudapati betul-betul di hadapan mimbar.

Di kala itu, asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani baru saja mulai untuk khutbah Jumaat. Ada beberapa perkara yang disentuh oleh asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani yang telah menyinggung perasaanku. Tiba-tiba, aku terasa hendak buang air besar. Untuk keluar dari masjid itu memang sukar dan agak mustahil. Dan aku dihantui perasaan gelisah dan malu, takut-takut aku buang air besar di sana di depan orang banyak. Dan kemarahanku terhadap asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani pun bertambah dan memuncak.

Pada saat itu, asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani telah turun dari atas mimbar itu dan telah berdiri di hadapanku. Sambil beliau terus memberikan khutbah, beliau telah menutup tubuhku dengan jubahnya. Tiba-tiba aku sedang berada di satu tempat yang lain, yakni di satu lembah hijau yang sangat indah. Aku lihat sebuah anak sungai sedang mengalir perlahan di situ dan keadaan sekelilingnya sunyi sepi, tanpa kehadiran seorang manusia.
Aku pergi membuang air besar. Setelah selesai, aku mengambil wudlu. Apabila aku sedang berniat untuk pergi bersolat, dan tiba-tiba diriku telah berada ditempat semula di bawah jubah asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani. Dia telah mengangkat jubahnya dan menaiki kembali tangga mimbar itu.
Aku sungguh-sungguh merasa terkejut. Bukan karena perutku sudah merasa lega, tetapi juga keadaan hatiku. Segala perasaan marah, ketidakpuasan hati, dan perasaan-perasaan jahat yang lain, semuanya telah hilang.

Selepas sembahyang Jum’at berakhir, aku pun pulang ke rumah. Di dalam perjalanan, aku menyadari bahwa kunci rumahku telah hilang. Dan aku kembali ke masjid untuk mencarinya. Begitu lama aku mencari, tetapi tidak aku temukan, terpaksa aku menyuruh tukang kunci untuk membuat kunci yang baru.

Pada keesokan harinya, aku telah meninggalkan Baghdad dengan rombonganku karena urusan perniagaan. Tiga hari kemudian, kami telah melewati satu lembah yang sangat indah. Seolah-olah ada satu kuasa ajaib yang telah menarikku untuk pergi ke sebuah anak sungai. Barulah aku teringat bahwa aku pernah pergi ke sana untuk buang air besar, beberapa hari sebelum itu. Aku mandi di anak sungai itu. Ketika aku sedang mengambil jubahku, aku telah temukan kembali kunciku, yang rupa-rupanya telah tertinggal dan telah tersangkut pada sebatang dahan di situ.
Setelah aku sampai di Baghdad, aku menemui asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani dan menjadi anak muridnya.

Selasa, 03 Mei 2011

SYI'IRAN GUS DUR WALIYULLOH

Posted by Unknown On 22.21 | No comments

Ngawiti ingsun nglaras syingiran 
Kelawan muji maring pengeran 
Kang paring rohmat lan kanikmatan 
Rino wengine tanpo pitungan

Duh bolo konco priyo wanito 
Ojo mung ngaji syariat bloko 
Gur pinter ndongeng nulis lan moco 
Tembe mburine bakal sangsoro

Akeh kang apal Quran Hadise 
Seneng ngafirke marang liyane 
Kafire dewe dak digatekke 
Yen isih kotor ati akale

Gampang kabujuk nafsu angkoro 
Ing pepahese gebyareng dunyo 
Iri lan meri sugieh tonggo 
Mulo atine peteng lan nisto

Ayuh sedulur jo nglaleake 
Wajibe ngaji sa'pranatane 
nggo ngandelake iman tauhide 
Baguse sangu mulyo matine

Kang aran sholeh bagus atine 
Kerono mapan sari ngelmune 
Laku torikot lan ma'rifate
Ugo hakikot manjing rasane

Al Quran Qodim wahyu minulyo 
Tanpo tinulis iso diwoco 
Iku wejangan gusu waskito 
Den tanjebake ing jero dodo

Kumantil ati lan pikiran 
Ngrasuk ing badan kabeh jeroan 
Mu'jizat rosul dadi pedoman 
Minongko dalan manjinge iman

Kelawan Alloh kang moho suci 
Butuh rangkulan rino lan wengi 
Ditirakati diriyadlohi 
Dzikir lan suluk jog nganti lali

Uripe ayem rumongso aman 
Dununge roso tondo yen iman 
Sabar narimo nadjan pas-pasan 
Kabeh dinakdir saking pengeran

Kelawan konco dulur lan tonggo 
Podo rukuno 
Iku sunnaeh rosul kang mulyo 
Nabi Muhammad panutan kito

Ayuh ngelakoni sekabehane 
Alloh kang bakal ngangkat drajate 
Senadjan asor toto dzohire 
Ananging mulyo makom drajate

Lamon palastro ing pungkasane 
Ora kesasar roh lan sukmane 
Den gadang Alloh suwargo manggone 
Utuh mayite ugo ulese

Diposkan Jamaah Bolo Manakib Gondang

L QUR'AN

Posted by Unknown On 22.11 | No comments
Abu Kafa Billah

Al-Quran mempunyai sekian banyak fungsi. Di antaranya adalah menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw. Bukti kebenaran tersebut dikemukakan dalam tantangan yang sifatnya bertahap. Pertama, menantang siapa pun yang meragukannya untuk menyusun semacam Al-Quran secara keseluruhan (baca QS 52:34). Kedua, menantang mereka untuk menyusun sepuluh surah semacam Al-Quran (baca QS 11:13). Seluruh Al-Quran berisikan 114 surah. Ketiga, menantang mereka untuk menyusun satu surah saja semacam Al-Quran (baca QS 10:38). Keempat, menantang mereka untuk menyusun sesuatu seperti atau lebih kurang sama dengan satu surah dari Al-Quran (baca QS 2:23).

Dalam hal ini, Al-Quran menegaskan: Katakanlah (hai Muhammad) sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (QS 17 :88).

Seorang ahli berkomentar bahwa tantangan yang sedemikian lantang ini tidak dapat dikemukakan oleh seseorang kecuali jika ia memiliki satu dari dua sifat: gila atau sangat yakin. Muhammad saw. sangat yakin akan wahyu-wahyu Tuhan, karena "Wahyu adalah informasi yang diyakini dengan sebenarnya bersumber dari Tuhan."

Walaupun Al-Quran menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad, tapi fungsi utamanya adalah menjadi "petunjuk untuk seluruh umat manusia." Petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk agama, atau yang biasa juga disebut sebagai syari'at. Syari'at, dari segi pengertian kebahasaan, berarti ' jalan menuju sumber air." Jasmani manusia, bahkan seluruh makhluk hidup, membutuhkan air, demi kelangsungan hidupnya. Ruhaninya pun membutuhkan "air kehidupan." Di sini, syari'at mengantarkan seseorang menuju air kehidupan itu.

Dalam syari'at ditemukan sekian banyak rambu-rambu jalan: ada yang berwarna merah, yang berarti larangan; ada pula yang berwarna kuning, yang memerlukan kehati-hatian; dan ada yang hijau warnanya, yang melambangkan kebolehan melanjutkan perjalanan. Ini semua, persis sama dengan lampu-lampu lalulintas. Lampu merah tidak memperlambat seseorang sampai ke tujuan. Bahkan ia merupakan salah satu faktor utama yang memelihara pejalan dari mara bahaya. Demikian juga halnya dengan "lampu-lampu merah" atau larangan-larangan agama.

Kita sangat membutuhkan peraturan-peraturan lalulintas demi memelihara keselamatan kita. Demikian juga dengan peraturan lalulintas menuju kehidupan yang lebih jauh, kehidupan sesudah mati. Di sini, siapakah yang seharusnya membuat peraturan-peraturan menuju perjalanan yang sangat jauh itu?

Manusia memiliki kelemahan-kelemahan. Antara lain, ia seringkali bersifat egoistis. Disamping itu, pengetahuannya sangat terbatas. Lantaran itu, jika ia yang diserahi menyusun peraturan lalulintas menuju kehidupan sesudah mati, maka diduga keras bahwa ia, di samping hanya akan menguntungkan dirinya sendiri, juga akan sangat terbatas bahkan keliru, karena ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematian.

Jika demikian, yang harus menyusunnya adalah "Sesuatu" yang tidak bersifat egoistis, yang tidak mempunyai sedikit kepentingan pun, sekaligus memiliki pengetahuan yang Mahaluas. "Sesuatu" itu adalah Tuhan Yang Mahaesa, dan peraturan yang dibuatnya itu dinamai "agama".

Sayang bahwa tidak semua manusia dapat berhubungan langsung secara jelas dengan Tuhan, guna memperoleh informasi-Nya. Karena itu, Tuhan memilih orang-orang tertentu, yang memiliki kesucian jiwa dan kecerdasan pikiran untuk menyampaikan informasi tersebut kepada mereka. Mereka yang terpilih itu dinamai Nabi atau Rasul.

Karena sifat egoistis manusia, maka ia tidak mempercayai informasi-informasi Tuhan yang disampaikan oleh para Nabi itu. Mereka bahkan tidak percaya bahwa manusia-manusia terpilih itu adalah Nabi-nabi yang mendapat tugas khusus dari Tuhan.

Untuk meyakinkan manusia, para Nabi atau Rasul diberi bukti-bukti yang pasti dan terjangkau. Bukti-bukti tersebut merupakan hal-hal tertentu yang tidak mungkin dapat mereka --sebagai manusia biasa (bukan pilihan Tuhan)-- lakukan. Bukti-bukti tersebut dalam bahasa agama dinamai "mukjizat".

Para Nabi atau Rasul terdahulu memiliki mukjizat-mukjizat yang bersifat temporal, lokal, dan material. Ini disebabkan karena misi mereka terbatas pada daerah tertentu dan waktu tertentu. Ini jelas berbeda dengan misi Nabi Muhammad saw. Beliau diutus untuk seluruh umat manusia, di mana dan kapan pun hingga akhir zaman.

Pengutusan ini juga memerlukan mukjizat. Dan karena sifat pengutusan itu, maka bukti kebenaran beliau juga tidak mungkin bersifat lokal, temporal, dan material. Bukti itu harus bersifat universal, kekal, dapat dipikirkan dan dibuktikan kebenarannya oleh akal manusia. Di sinilah terletak fungsi Al-Quran sebagai mukjizat.

Paling tidak ada tiga aspek dalam Al-Quran yang dapat menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw., sekaligus menjadi bukti bahwa seluruh informasi atau petunjuk yang disampaikannya adalah benar bersumber dari Allah SWT.

Ketiga aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi, bila diketahui bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang yang pandai membaca dan menulis. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif telah mengenal peradaban, seperti Mesir, Persia atau Romawi. Beliau dibesarkan dan hidup di tengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai "Kami adalah masyarakat yang tidak pandai menulis dan berhitung." Inilah sebabnya, konon, sehingga angka yang tertinggi yang mereka ketahui adalah tujuh. Inilah latar belakang, mengapa mereka mengartikan "tujuh langit" sebagai "banyak langit." Al-Quran juga menyatakan bahwa seandainya Muhammad dapat membaca atau menulis pastilah akan ada yang meragukan kenabian beliau (baca QS 29:48).

Ketiga aspek yang dimaksud di atas adalah sebagai berikut. Pertama, aspek keindahan dan ketelitian redaksi-redaksinya. Tidak mudah untuk menguraikan hal ini, khususnya bagi kita yang tidak memahami dan memiliki "rasa bahasa" Arab --karena keindahan diperoleh melalui "perasaan", bukan melalui nalar. Namun demikian, ada satu atau dua hal menyangkut redaksi Al-Quran yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini.

Seperti diketahui, seringkali Al-Quran "turun" secara spontan, guna menjawab pertanyaan atau mengomentari peristiwa. Misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakikat ruh. Pertanyaan ini dijawab secara langsung, dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berpikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. Namun demikian, setelah Al-Quran rampung diturunkan dan kemudian dilakukan analisis serta perhitungan tentang redaksi-redaksinya, ditemukanlah hal-hal yang sangat menakjubkan. Ditemukan adanya keseimbangan yang sangat serasi antara kata-kata yang digunakannya, seperti keserasian jumlah dua kata yang bertolak belakang.

Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur'an Al-Karim yang terdiri dari tiga jilid, mengemukakan sekian banyak contoh tentang keseimbangan tersebut, yang dapat kita simpulkan secara sangat singkat sebagai berikut.

A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. Beberapa contoh, di antaranya:
Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali;
Al-naf' (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali;
Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali;
Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi'at (keburukan), masing-masing 167 kali;
Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali;
Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali;
Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali;
Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali;
Al-shayf (musim panas) dan al-syita' (musim dingin), masing-masing 1 kali.

B. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.
Al-harts dan al-zira'ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
Al-'ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
Al-Qur'an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
Al-jahr dan al-'alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.

C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.
Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;
Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;
Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali;
Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;
Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.

D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.
Al-israf (pemborosan) dengan al-sur'ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
Al-maw'izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali;
Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.

E. Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan juga keseimbangan khusus.
(1) Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti "bulan" (syahr) hanya terdapat dua belas kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.

(2) Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada "tujuh." Penjelasan ini diulanginya sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah 29, Al-Isra' 44, Al-Mu'minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3, dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat.

(3) Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik rasul (rasul), atau nabiyy (nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali.

Demikianlah sebagian dari hasil penelitian yang kita rangkum dan kelompokkan ke dalam bentuk seperti terlihat di atas.

Kedua adalah pemberitaan-pemberitaan gaibnya. Fir'aun, yang mengejar-ngejar Nabi Musa., diceritakan dalam surah Yunus. Pada ayat 92 surah itu, ditegaskan bahwa "Badan Fir'aun tersebut akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut." Tidak seorang pun mengetahui hal tersebut, karena hal itu telah terjadi sekitar 1200 tahun S.M. Nanti, pada awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1896, ahli purbakala Loret menemukan di Lembah Raja-raja Luxor Mesir, satu mumi, yang dari data-data sejarah terbukti bahwa ia adalah Fir'aun yang bernama Maniptah dan yang pernah mengejar Nabi Musa a.s. Selain itu, pada tanggal 8 Juli 1908, Elliot Smith mendapat izin dari pemerintah Mesir untuk membuka pembalut-pembalut Fir'aun tersebut. Apa yang ditemukannya adalah satu jasad utuh, seperti yang diberitakan oleh Al-Quran melalui Nabi yang ummiy (tak pandai membaca dan menulis itu). Mungkinkah ini?

Setiap orang yang pernah berkunjung ke Museum Kairo, akan dapat melihat Fir'aun tersebut. Terlalu banyak ragam serta peristiwa gaib yang telah diungkapkan Al-Quran dan yang tidak mungkin dikemukakan dalam kesempatan yang terbatas ini.

Ketiga, isyarat-isyarat ilmiahnya. Banyak sekah isyarat ilmiah yang ditemukan dalam Al-Quran. Misalnya diisyaratkannya bahwa "Cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedang cahaya bulan adalah pantulan (dari cahaya matahari)" (perhatikan QS 10:5); atau bahwa jenis kelamin anak adalah hasil sperma pria, sedang wanita sekadar mengandung karena mereka hanya bagaikan "ladang" (QS 2:223); dan masih banyak lagi lainnya yang kesemuanya belum diketahui manusia kecuali pada abad-abad bahkan tahun-tahun terakhir ini. Dari manakah Muhammad mengetahuinya kalau bukan dari Dia, Allah Yang Maha Mengetahui!

Kesemua aspek tersebut tidak dimaksudkan kecuali menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh Al-Quran adalah benar, sehingga dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mengamalkan petunjuk-petunjuknya.

KASIAT MANAKIB

Posted by Unknown On 22.04 | 1 comment
JAWAHIRUL MA’NI FII MANAQIB SYEH ABDUL QODIR JAILANI.R.A

Kitab ini kalau disimpan dirumah,maling,rampok tidak bisa masuk,kalau dibawa dijadikan azimah insya Alloh dimudahkan dalam mencari rezqi,serta selamat,sebab dalam kitab ini ada ismu adhom dan supaya di pelihara baik-baik.
Khasiatnya :
1) Supaya dijembarkan rezqinya,supaya cepat bisa ibadah haji,tiap hari baca manaqib sampai khatam 5/11 kali,dibacanya selama 41 hari sambil puasa dan setiap tanggal 11 selamatan.Ba’da puasa setiap hari baca manaqib 1 kali.
2) Supaya diberi ilmu laduni serta jembar rezqi,tiap hari baca/wirid “ YAA BADI’U “
946 kali dan baca manaqib 1 kali.
3) Supaya tidak kehabisan uang,tiap hari baca manaqib 1 kali
4) Supaya jembar rezqi dan punya karomah,tiap tanggal 11 selamatan dan baca manaqib
5) Supaya banyak muridnya dan jembar rezqi,tiap ba’da magrib baca sholawat 100 kali terus baca manaqib
6) Untuk mahabbah khususon baca s.Al-Fatehah,khususon ila mahbubah 11 kali,terus baca manaqib ba’da nisfu lail
7) Bikin minyak asma,baca s.Al-fatehah 101 kali,baca ayat kursyi 41 kali,baca S.Yasiin 7 kali,baca sholawat jawahirus-saniyyah 11 kali,baca manaqib 1 kali .Setelah selesai semua tiupkan pada minyak yang tidak tercampur al-khohol.
8) Supaya laris dagangnya,jualanya baca manaqib tiap hari.
9) Supaya dituriti/dipatuhi oleh kaumnya dan masyarakat,tiap seminggu sekali supaya mengadakan jamah manaqib.
10) Supaya cepat bisa bangun rumah,madrasah,pondok pesantren,masjid,musholla dll. Tiap malam jum’at supaya selamatan manisan dawet,kolak atau dodol dan tiap hari membaca manaqib.
11) Supaya tidak mempan senjata tajam,air kolam mesjid satu gayung,terus dibacakan manaqib 7 kali siapa saja orang yang minum satu gelas air tersebut tidak mempan oleh senjata apapun
12) Mengobati/menyembuhkan semua penyakit,air atau garam dibacakan manaqib terus airnya diminum atau garamnya dilarutkan ke air lalu dibalurkan ke seluruh badan
13) Saifi angin.Puasanya hari senin dan hari kamis,tiap hari baca manaqib serta asma/do’anya 11 kali
14) Melamar perempuan atau melamar pekerjaan supaya hasil.Baca S.Al-Fatehah 11 kali di khususkan kepada orang yang dilamar atau yang di tujuh lalu baca manaqib
15) Musuhnya hancur atau tunduk,tiap ba’da magrib baca “ YAA QOWIYYU YAA MATIINU IKFI SYARRODH-DHOLIMIIN “ dibaca 100 kali menghadap ke arahnya musuh,terus baca manaqib
16) Supaya cepat mendapatkan jodoh,bedaknya dibacakan manaqib terus bedaknya dipakai insya Alloh sebelum habis bedaknya sudah ada orang yang melamarnya
17) Supaya berasnya berkah,baca ayat kursyi 313 kali lalu ditiupkan pada beras terus baca manaqib
18) Supaya cepat keluar dari penjara,dibacakan manaqib sambil selamatan
19) Supaya naik pangkatnya tiap-tiap ba’da magrib supaya membaca sholawat 100 kali, lalu baca manaqib sampai khatam.
Masih banyak khasiat-khasiat manaqib ini,ini hanya sebagian kecil kegunaan manaqib yang saya jelaskan diatas.

KASIAT MANAKIB

Posted by Unknown On 22.04 | No comments

JAWAHIRUL MA’NI FII MANAQIB SYEH ABDUL QODIR JAILANI.R.A
Kitab ini kalau disimpan dirumah,maling,rampok tidak bisa masuk,kalau dibawa dijadikan azimah insya Alloh dimudahkan dalam mencari rezqi,serta selamat,sebab dalam kitab ini ada ismu adhom dan supaya di pelihara baik-baik.
Khasiatnya :
1) Supaya dijembarkan rezqinya,supaya cepat bisa ibadah haji,tiap hari baca manaqib sampai khatam 5/11 kali,dibacanya selama 41 hari sambil puasa dan setiap tanggal 11 selamatan.Ba’da puasa setiap hari baca manaqib 1 kali.
2) Supaya diberi ilmu laduni serta jembar rezqi,tiap hari baca/wirid “ YAA BADI’U “
946 kali dan baca manaqib 1 kali.
3) Supaya tidak kehabisan uang,tiap hari baca manaqib 1 kali
4) Supaya jembar rezqi dan punya karomah,tiap tanggal 11 selamatan dan baca manaqib
5) Supaya banyak muridnya dan jembar rezqi,tiap ba’da magrib baca sholawat 100 kali terus baca manaqib
6) Untuk mahabbah khususon baca s.Al-Fatehah,khususon ila mahbubah 11 kali,terus baca manaqib ba’da nisfu lail
7) Bikin minyak asma,baca s.Al-fatehah 101 kali,baca ayat kursyi 41 kali,baca S.Yasiin 7 kali,baca sholawat jawahirus-saniyyah 11 kali,baca manaqib 1 kali .Setelah selesai semua tiupkan pada minyak yang tidak tercampur al-khohol.
8) Supaya laris dagangnya,jualanya baca manaqib tiap hari.
9) Supaya dituriti/dipatuhi oleh kaumnya dan masyarakat,tiap seminggu sekali supaya mengadakan jamah manaqib.
10) Supaya cepat bisa bangun rumah,madrasah,pondok pesantren,masjid,musholla dll. Tiap malam jum’at supaya selamatan manisan dawet,kolak atau dodol dan tiap hari membaca manaqib.
11) Supaya tidak mempan senjata tajam,air kolam mesjid satu gayung,terus dibacakan manaqib 7 kali siapa saja orang yang minum satu gelas air tersebut tidak mempan oleh senjata apapun
12) Mengobati/menyembuhkan semua penyakit,air atau garam dibacakan manaqib terus airnya diminum atau garamnya dilarutkan ke air lalu dibalurkan ke seluruh badan
13) Saifi angin.Puasanya hari senin dan hari kamis,tiap hari baca manaqib serta asma/do’anya 11 kali
14) Melamar perempuan atau melamar pekerjaan supaya hasil.Baca S.Al-Fatehah 11 kali di khususkan kepada orang yang dilamar atau yang di tujuh lalu baca manaqib
15) Musuhnya hancur atau tunduk,tiap ba’da magrib baca “ YAA QOWIYYU YAA MATIINU IKFI SYARRODH-DHOLIMIIN “ dibaca 100 kali menghadap ke arahnya musuh,terus baca manaqib
16) Supaya cepat mendapatkan jodoh,bedaknya dibacakan manaqib terus bedaknya dipakai insya Alloh sebelum habis bedaknya sudah ada orang yang melamarnya
17) Supaya berasnya berkah,baca ayat kursyi 313 kali lalu ditiupkan pada beras terus baca manaqib
18) Supaya cepat keluar dari penjara,dibacakan manaqib sambil selamatan
19) Supaya naik pangkatnya tiap-tiap ba’da magrib supaya membaca sholawat 100 kali, lalu baca manaqib sampai khatam.
Masih banyak khasiat-khasiat manaqib ini,ini hanya sebagian kecil kegunaan manaqib yang saya jelaskan diatas.

Blogroll

Blogger templates

About